Akibat Buruk Jika Orangtua Ikut Campur Urusan Anak Remaja

Akibat Buruk Jika Orangtua Ikut Campur Urusan Anak Remaja

Akibat Buruk Jika Orangtua Ikut Campur Urusan Anak Remaja – Kita sering kali bertemu dengan seseorang yang selalu ikut campur dalam urusan pribadi hidup orang lain. Mereka terkadang tidak ingin ketinggalan informasi mengenai apa yang terjadi. Sejak anak lahir, orangtua menjadi sosok yang sangat berperan dalam kehidupan seorang anak.

Menjadi bentuk kewajiban orangtua untuk menjamin kehidupan anaknya berjalan dengan baik, Mama dan Papa tentu akan selalu turun tangan dalam mengajarkan dan mengawasi anak sejak kecil hingga mulai belajar menjalani hidup mandiri di usia remaja.

Ini tentu diiringi niat yang positif, karena orangtua selalu ingin yang terbaik untuk anaknya, Namun jika tidak dibatasi, seringkali orangtua malah terbiasa selalu ikut campur dengan urusan anak, yang mana hal ini menjadi tidak baik untuk anak. Berikut lima dampak buruk jika orangtua selalu ikut campur dalam urusan remaja, di bawah ini!

1. Anak tidak belajar pentingnya batasan dan privasi
1. Anak tidak belajar penting batasan privasi

Mama mungkin tak menyadari ini ketika selalu berusaha turun tangan dengan urusan anaknya. Orangtua perlu menyadari bahwa ada batasan dalam mencampuri urusan anak. Karena dampak buruknya adalah anak jadi tidak memiliki privasi, dan ia pun akan melakukan hal yang sama.

Seperti yang Mama ketahui, seorang anak belajar banyak dari lingkungan terdekatnya, yaitu orangtua. Dengan melanggar privasi anak, ia pun bisa tumbuh menjadi individu yang tidak menghargai batasan dan privasi orang lain.

Tak hanya itu, privasi adalah hal penting bagi setiap manusia, terutama sejak anak beranjak dewasa dan mulai menata hidupnya sendiri. Ketika Mama menahan diri untuk tidak selalu mencampuri urusannya, remaja jadi berkesempatan untuk belajar mandiri dan menyelesaikan urusannya sendiri.

2. Selalu mengadu ketika memiliki masalah
2. Selalu mengadu ketika memiliki masalah

Jika orangtua terbiasa untuk ikut campur urusan anak, maka dampak buruknya lainnya adalah anak bisa tumbuh jadi anak manja yang selalu mengadu setiap ada masalah. Karena ia tahu bahwa orangtuanya akan selalu menolongnya, dan tidak keberatan untuk ikut campur.

Ini adalah salah satu dampak yang sangat tidak baik untuk anak, terlebih lagi jika ini terbiasa dilakukan hingga ia dewasa.

Bukan tumbuh sebagai orang dewasa yang berkepribadian matang, remaja bisa menjadi sosok yang cengeng dan berisiko menyulitkan orangtua.

3. Kesulitan menetapkan keputusan sendiri
3. Kesulitan menetapkan keputusan sendiri

Dampak buruknya selanjutnya adalah, jika orangtua terlalu ikut campur urusan anak, ia mungkin kesulitan untuk menetapkan keputusan sendiri. Hal ini karena anak selalu beranggapan ada orangtua yang ikut campur dan mengambil bagian dalam banyak hal di dalam hidupnya.

Sehingga ketika remaja dihadapkan dengan pilihan besar dan harus membuat keputusan, ia pun bingung dan penuh keraguan. Karena selama ini anak tak diberi kesempatan untuk menetapkan apa yang terbaik untuk dirinya sendiri dan tidak dibiarkan menyelesaikan segala urusan sendiri.

4. Tidak percaya diri dengan pilihannya sendiri
4. Tidak percaya diri pilihan sendiri

Remaja yang orangtuanya selalu ikut campur dalam segala urusan, umumnya akan bingung ketika ia beranjak dewasa. Ini terjadi ketika anak tidak percaya diri untuk hidup di atas pilihannya sendiri, karena sudah terbiasa dengan keterlibatan orangtua dalam hidupnya.

Keterlibatan orangtua yang cenderung berlebihan memang dapat menghambat kemandirian anak dalam hidupnya. Sehingga ketika anak sudah dewasa nanti, anak mungkin akan selalu menggantungkan pilihannya pada orangtuanya.

Walaupun mengetahui sudut pandang orangtua adalah hal yang bijaksana, jika dilakukan dengan berlebihan akan mengganggu anak ketika ia sudah mulai menjalani kehidupan rumah tangganya sendiri.

5. Berdampak pada masa depan anak saat berkeluarga kelak
5. Berdampak masa depan anak saat berkeluarga kelak

Nah, terkait dengan point di atas, ikut campur dalam segala urusan remaja tak hanya berdampak buruk pada kedewasaan anak, namun juga bisa mengganggu rumah tangganya kelak. Jika sikap ini dibiasakan hingga anak berumah tangga, berisiko membuat pasangannya terganggu.

Bukan menunjukkan kasih sayang, sikap seperti ini justru mengusik rumah tangga dan membuat masalah baru.

Nah itulah beberapa dampak buruk jika orangtua selalu ikut campur dalam urusan remaja. Jika anak mama sudah berada di tahap beranjak dewasa, maka orangtua sebaiknya bisa menjaga batasan tentang apa saja hal yang perlu ikut campur dan tidak.