Alasan Para Remaja Gak Nyaman Bicara Soal Sex Sama Orangtua

Alasan Para Remaja Gak Nyaman Bicara Soal Sex Sama Orangtua

Alasan Para Remaja Gak Nyaman Bicara Soal Sex Sama Orangtua – Tabu, pantangan, atau pantang larang adalah suatu pelarangan sosial yang kuat terhadap kata, benda, tindakan, atau orang yang dianggap tidak diinginkan oleh suatu kelompok, budaya, atau masyarakat. Di Indonesia, memang segala aktivitas yang berkaitan dengan seksual masih dianggap sebagai hal yang tabu.

Tindakan Tabu atau pantangan ini di masyarakat Sunda dikenal dengan nama/sebutan pamali. Pelanggaran tabu biasanya tidak dapat diterima dan dapat dianggap menyerang. Bahkan, saking tabunya, tentu seakan ada jarak bagi para orang tua untuk membicarakannya dengan anak-anak.

Bukan berarti anak-anak tak memahami segala hal tentang seks. Namun, kadang kala mereka justru lebih nyaman untuk membicarakannya dengan teman dibandingkan dengan orang tua. Ada beberapa alasan berikut ini yang menjadi penyebabnya.

1. Khawatir akan dihakimi oleh orang tua
5 Alasan Remaja Lebih Memilih Berbicara soal Seks dengan Teman

Banyak kekhawatiran di benak para anak tentang mengapa mereka tidak pernah membicarakan seks dengan orang tua. Salah satu alasan yang melatarbelakanginya adalah karena khawatir akan mudah dihakimi.

Mungkin saja banyak orang tua yang cenderung mengunci rapat-rapat segala hal mengenai seks terhadap anak. Jika anak berani membahasnya, bukan tak mungkin bisa saja dimarahi karena dianggap tak sopan atau tak boleh berbicara demikian.

2. Merasa canggung dan malu
5 Alasan Remaja Lebih Memilih Berbicara soal Seks dengan Teman

Para anak yang bahkan sudah beranjak remaja kadang kala tidak diperlakukan oleh orang tua selayaknya usianya kini. Banyak di antara mereka yang cenderung menanamkan pendapat bahwa seks adalah hal yang jorok dan memalukan untuk dibicarakan.

Nantinya anak akan terbiasa tumbuh dengan pola pikir bahwa membicarakan seks adalah hal yang memalukan. Nantinya justru akan ada rasa canggung yang dirasakan saat membicarakannya.

3. Menganggap teman sebagai yang paling memahami
5 Alasan Remaja Lebih Memilih Berbicara soal Seks dengan Teman

Ketika setiap anak merasa sulit untuk terbuka dalam hal seks, di situ akan ada jarak yang terbuat antara mereka dengan orang tua. Nantinya mereka akan sulit menganggap orang tua sebagai sosok yang selalu ada untuk membicarakan segala hal.

Imbasnya tentu saja anak jadi lebih percaya dengan teman sebayanya yang mungkin memiliki masalah serupa. Hal ini membuat isu kepercayaan anak dengan orang tua semakin berjarak.

4. Kultur yang tak membiasakannya
5 Alasan Remaja Lebih Memilih Berbicara soal Seks dengan Teman

Sejak kecil anak sudah ditanamkan bahwa seks merupakan sesuatu yang tak boleh untuk dibicarakan. Pola pikir seperti itulah yang nantinya akan terbawa oleh mereka hingga besar nanti.

Pada saat ia beranjak dewasa dan memiliki anak, kultur tersebut akan dilanjutkan kembali. Padahal, pendidikan dan keterbukaan seks adalah hal yang penting guna mencegah anak melakukan hal yang macam-macam.

5. Stereotip sebagai anak baik
5 Alasan Remaja Lebih Memilih Berbicara soal Seks dengan Teman

Kebiasaan untuk menganggap seks sebagai suatu hal yang tabu kadang kala membuat anak merasa tak nyaman untuk membicarakannya. Mereka seolah akan menganggap bahwa seks adalah sesuatu yang buruk dan tidak boleh dikatakan.

Stereotip untuk menjadi anak baik rasanya erat kaitannya dengan tak boleh membicarakan soal seks. Tentunya hal ini jelas membuat anak kesulitan dalam menyuarakan segala pendapatnya, termasuk bila ia mengalami pelechan secara seksual.

Itulah sebab anak lebih nyaman membicarakan seks dengan teman daripada orang tua. Pandangan harus diubah agar ke depannya tidak ada lagi anak yang merasa dihakimi oleh orang tua mereka saat membutuhkan pelajaran tentang seks. Sex education bukan hal yang tabu, ya!