Alasan Kenapa Remaja Selalu Kecanduan dengan Media Sosial

Alasan Kenapa Remaja Selalu Kecanduan dengan Media Sosial

Alasan Kenapa Remaja Selalu Kecanduan dengan Media Sosial – Kecanduan atau ketagihan adalah saat tubuh atau pikiran kita dengan buruknya menginginkan atau memerlukan sesuatu agar bekerja dengan baik. Sewaktu kecil, Mama biasanya menghabiskan waktu dengan bermain di luar rumah bersama teman-teman. Terlalu asyik memainkan permainan lompat tali, galasin, ataupun kasti sampai-sampai lupa kalau hari sudah sore.

Kita disebut pecandu bila kita memiliki ketergantungan fisik dan ketergantungan psikologis terhadap zat psikoaktif, contohnya alkohol, tembakau, heroin, kafeina, nikotin. Namun, berbeda dengan remaja kamu. Ia lebih banyak berdiam di rumah sembari berkutat dengan media sosial (medsos)-nya. Seharian penuh dirinya sangat sanggup hanya duduk dan menatap layar gawainya.

Tentunya, kamu sangat khawatir apabila si Remaja sudah sampai ketagihan bermain medsos. Akan tetapi, apa yang bisa menimbulkan candu bermain media sosial pada remaja, ya? Untuk menemukan jawabannya, berikut idnplay poker apk sajikan informasi mengenai 7 alasan remaja kecanduan bermain media sosial. Baca sampai habis ya!

1. Merasa senang dari likes dan comment yang didapatkan
1. Merasa senang dari likes comment didapatkan

Salah satu alasan yang mungkin membuat remaja mama kecanduan bermain media sosial karena dirinya haus akan likes. Dirinya ingin agar banyak orang yang menyukai foto atau postingan yang ia unggah di akun medsos-nya.

Alhasil, hormon dopamin tersebut memicu si Remaja menjadi sangat bersemangat mencari likes hingga ketagihan melakukannya.

2. Ingin mendapatkan perhatian
2. Ingin mendapatkan perhatian

Bukan hanya merasa senang lantaran banyak yang menyukai unggahannya, lewat media sosial juga, remaja mama seolah diperhatikan.

Fenomena adiksi ini bahkan semakin lebih parah jika si Remaja tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orangtuanya.

3. Nggak mau dibilang ketinggalan zaman
3. Nggak mau dibilang ketinggalan zaman

Sebuah pengakuan sangatlah penting bagi remaja. Hal ini karena dengan adanya pengakuan tersebut, remaja mama bisa menjadi lebih percaya diri dan mendapat kepuasan batin.

Bisa dikatakan, rasa takut dicap ketinggalan zaman itulah yang membuatnya terbelenggu oleh jeratan arus dunia maya.

4. Remaja dapat secara bebas mengekspresikan diri
4. Remaja dapat secara bebas mengekspresikan diri

Selain menyuguhkan ‘perhatian’ yang bisa sewaktu-waktu dituai, social media juga sangat kompeten menjadi wadah bagi remaja untuk kebutuhan ekplorasi dan ekspresi diri.

Di samping itu, melalui medsos pula, remaja kamu dapat menampilkan versi terbaik dari dirinya. Dalam hal itu, si Remaja bisa melakukan manipulasi sehingga ia terlihat sebagai figur yang baik dan sempurna di mata orang lain.

5. Bisa menjadi wadah untuk melakukan Roleplayer
5. Bisa menjadi wadah melakukan Roleplayer

Istilah roleplayer mungkin terdengar asing buat kamu. Nah, roleplayer (RP) merujuk kepada sebuah kegiatan di mana remaja berperan menjadi tokoh idola yang disukainya. Jadi, remaja mama nantinya akan membuat sebuah akun khusus dan berlagak seolah-olah menjadi idolanya.

Sebenarnya, banyak remaja yang melakukan kegiatan ini untuk mempromosikan dan memperkenalkan idolanya. Hanya saja, di saat dirinya mendapatkan kesenangan karena merasa diperhatikan, dikagumi, atau digemari, tidak menutup kemungkinan baginya untuk ketagihan bermain RP.

6. Ingin tahu kehidupan artis kesukaannya
6. Ingin tahu kehidupan artis kesukaannya

Di usianya, remaja kamu tengah gencar-gencarnya mencari sebuah figur yang dapat menjadi panutannya. Zaman sekarang, semakin mudah baginya untuk menemui sosok tersebut. Terlebih lagi karena semua orang, termasuk para kalangan selebritis, memiliki akun media sosial.

Dengan hanya melihat wajah idolanya saja, dirinya sudah mendapatkan kesenangan. Tidak heran kalau remaja mama tahan duduk di depan gadget sembari stalking akun medsos artis kesukaannya.

7. Dapat lebih mudah berinteraksi dengan teman dan orang lain
7. Dapat lebih mudah berinteraksi teman orang lain

Buat remaja mama yang gemar bersosialisasi, pastinya sulit untuk berinteraksi dengan orang terutama di masa pandemi seperti sekarang. Namun, media sosial tidak punya batasan dan remaja bisa tetap berkomunikasi dengan teman-temannya lewat fitur chatting.

Dengan berkomunikasi, remaja mama bisa mencurahkan isi hati dan menghindari perasaan sendiri yang kerap menghantui. Terlebih lagi, ketika lawan bicaranya ternyata cukup klop dengannya. Sudah pasti dia ingin main dan main lagi.

Bukan cuma faktor ketagihannya saja yang mengkhawatirkan, namun remaja mama sangat mungkin bertemu dengan orang tidak bertanggung jawab yang dapat membahayakan dirinya.