Beberapa Cara yang Dapat Membantu Anak Remaja Tidak Boros

Beberapa Cara yang Dapat Membantu Anak Remaja Tidak Boros

Beberapa Cara yang Dapat Membantu Anak Remaja Tidak Boros – Pemborosan yaitu keadaan menghabiskan lebih banyak uang (atau sumber daya lain) diluar kemampuan, kebutuhan, atau daya dukungnya. Memasuki usia remaja berarti anak-anak menjadi lebih bebas dalam beraktivitas, termasuk memakai uangnya. Jika sebelumnya anak-anak tidak dibiarkan memegang uangnya sendiri, kini di masa pra dewasa ini mereka dapat merasakan hal tersebut.

Hal ini adalah masalah umum ketika kredit mudah tersedia. Istilah overspending juga digunakan untuk proyek investasi ketika pembayaran melebihi biaya yang dihitung sebenarnya. Sayang sekali kebebasan dan keinginan yang anak-anak miliki kurang diimbangi dengan pengambilan keputusan yang tepat juga kritis. Menyebabkan mereka mengembangkan sifat impulsif dan boros dalam memakai uang yang mereka miliki.

Kebiasaan buruk si Anak ini perlu Mama tanggapi dengan baik. Sebab ketika dewasa nanti anak remaja perlu memiliki kemampuan mengatur uang yang baik.  Bagaimana ya caranya? Temukan beberapa tips yang dapat membantu anak mengatur uang!

1. Mengapa anak remaja bersikap boros?
1. Mengapa anak remaja bersikap boros

Sebelum membahas tips membantu anak mengatur uang, Mama sebaiknya memahami terlebih dahulu sifat-boros yang dialami oleh anak remaja.

Dalam tahap pencarian jati diri ini ditambah kemampuan pengambilan keputusan yang rendah membuat anak remaja rentan melakukan hal yang salah, seperti melakukan tindakan yang boros, membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan dan lainnya.

Faktanya anak-anak memiliki pengeluaran yang besar merupakan salah satu caranya memperoleh relasi sosial. Mereka tidak ragu mengeluarkan uang untuk game mobile di smartphonenya sebagai caranya berinteraksi dan bermain bersama teman-teman.

2. Ajak anak berbicara mengenai uang sejak kecil
2. Ajak anak berbicara mengenai uang sejak kecil

Salah satu alasan utama mengapa anak remaja mama bertindak boros dan belum dapat mengatur uangnya dengan baik, karena mereka belum memahami hakikat penggunaan uang.

Mengutip dari Verywellfamily.com, hampir sekitar 69% dari orangtua ragu berbicara mengenai uang dengan anak-anak, sedangkan hanya sekitar 23% dari orang tua saja yang mau membicarakan mengenai uang secara rutin dengan anak-anak.

Informasi ini anak-anak butuhkan agar dapat lebih memahami penggunaan dan managemen keuangan dalam skala kecil. Oh ya, gunakan juga bahasa yang mudah anak pahami sehingga dapat dimengerti dengan baik.

3. Bantu anak membedakan antara kebutuhan dan keinginan
3. Bantu anak membedakan antara kebutuhan keinginan

Salah satu hal penting yang perlu Mama bicarakan dengan anak remaja mengenai uang ialah kemampuan untuk mengetahui apa kebutuhan mereka dan mengapa mereka perlu mengeluarkan uang pada kebutuhan tersebut.

Anak remaja perlu mengetahui apakah uang mereka digunakan untuk hal-hal yang dibutuhkan atau hanya keinginan semata. Mereka perlu memiliki kemampuan membedakan apa yang menjadi kebutuhan dan perlu dibeli dan mana yang tidak.

Mengetahui mana yang penting dapat membantu anak mengatur uang dengan tidak menggunakannya pada hal-hal yang kurang mereka butuhkan saat itu. Daripada membelinya, lebih baik menyimpan uang tersebut untuk kebutuhan di masa mendatang.

4. Ubahlah sifat boros menjadi pelajaran berharga
4. Ubahlah sifat boros menjadi pelajaran berharga

Mama dan Papa sesungguhnya tidak dapat mengontrol semua pengeluaran uang anak remaja. Memang seringkali anak bersikap boros dalam menggunakan uangnya, dan di sinilah kamu perlu menyeimbangi kebebasan mereka dengan batasan dan pelajaran yang dapat kamu petik.

Ketika anak remaja mama bersikap boros dengan mengeluarkan banyak uang untuk sesuatu yang tidak mereka butuhkan, hingga kehabisan uang untuk membeli hal yang penting. Di sanalah anak-anak dapat memetik pelajaran berharga dalam menggunakan uang.

5. Ingatkan anak remaja untuk menyimpan uang
5. Ingatkan anak remaja menyimpan uang

Kesalahan yang sering anak lakukan dalam mengatur uang ialah kebiasaan menghabiskan uang yang diberikan tanpa menyimpan sedikit pun.

Menyimpan uang atau menabung membantu anak memiliki uang lebih, bahkan ketika mereka tidak membutuhkannya.

Menabung juga membantu anak untuk mempersiapkan hal-hal penting di masa depan, seperti membeli keperluan sekolah, main bersama teman, membeli hal-hal yang berhubungan dengan hobi, atau bahkan ha;-hal krusial di masa depan.

6. Ajak mereka untuk menghasilkan uang sendiri
6. Ajak mereka menghasilkan uang sendiri

Anak-anak remaja tentunya ingin mendapat kebebasan menggunakan uang tanpa perlu dibatasi kedua orangtua. Cara yang tepat bagi mereka bukanlah merengek meminta tambahan uang, tetapi mencoba mencari uang sendiri.

Meskipun masih kecil, tidak ada halangan lho untuk anak remaja memulai mencari uang. Faktanya ada banyak hal yang dapat anak remaja mama lakukan untuk memperoleh uang sendiri.

Dengan maraknya aplikasi jual-beli online saat ini, mudah sekali bagi anak remaja untuk menjual benda-benda lama yang sudah tidak terpakai ke toko online. Seperti menjual baju, mainan, atau sepatu lama mereka. Ini lebih baik daripada membiarkannya tersimpan tidak terpakai di gudang.