Beberapa Gangguan Mental yang Perlu Diwaspadai Pada Remaja

Beberapa Gangguan Mental yang Perlu Diwaspadai Pada Remaja

Beberapa Gangguan Mental yang Perlu Diwaspadai Pada Remaja – Gangguan mental atau gangguan jiwa adalah penyakit yang memengaruhi emosi, pola pikir, dan perilaku penderitanya. Sama halnya dengan penyakit fisik, penyakit mental juga ada obatnya. Umumnya, kebanyakan orang tua hanya fokus terhadap kesehatan fisik anak remajanya. Padahal, kesehatan mental juga wajib diperhatikan.

Ada banyak faktor yang bisa memicu terjadinya gangguan mental, mulai dari menderita penyakit tertentu sampai mengalami stres akibat peristiwa traumatis, seperti ditinggal mati orang yang disayang, kehilangan pekerjaan, atau terisolasi untuk waktu yang lama. Sering kali gejala yang muncul tidak ditangani selama berbulan-bulan, hingga bertahun-tahun, sehingga mengakibatkan gangguan mental yang lebih serius.

Kenapa kesehatan mental remaja harus diperhatikan?

Memperhatikan kondisi psikis remaja dari pengalaman buruk dan faktor risiko yang dapat memengaruhi potensi mereka untuk berkembang selama masa remaja sangat penting, demi kesehatan mental dan fisiknya ketika dewasa nanti. Dirangkum dari laman idn poker apk Ada beberapa gangguan mental yang perlu diwaspadai karena sering dialami para ABG. Apa saja?

1. Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD)

ADHD adalah gangguan perilaku yang dimulai dari masa anak-anak, dan bisa memengaruhi hingga remaja dan dewasa. ADHD bisa membuat remaja sulit konsentrasi, tidak betah belajar dalam waktu lama, hiperaktif bahkan sampai mengganggu orang-orang sekitarnya, serta perilaku impulsif.

Perawatan yang tepat penting agar gejala ADHD bisa dikendalikan. Caranya adalah dengan terapi obat dan perilaku. Pengobatan ini dapat mengurangi hiperaktif dan impulsif, meningkatkan daya fokus, kerja, pemahaman, termasuk koordinasi fisik.

Kerap Menyerang Remaja, 5 Gangguan Mental Ini Wajib Diwaspadai
2. Gangguan makan

Gangguan Makan yang Perlu Diketahui

Dilansir dari laman Verywell Mind, gangguan makan cukup banyak ditemukan pada remaja. Faktor yang berpengaruh termasuk tekanan sosial untuk punya tubuh langsing. Media sosial, pemberitaan, dan lingkungan pergaulan sering kali membentuk kesadaran bahwa tubuh yang ideal adalah yang kurus langsing.

Banyak remaja yang mengalami masalah pencitraan tubuh (body image), sehingga membuat mereka melakukan banyak cara untuk menurunkan berat badan. Misalnya olahraga gila-gilaan hingga diet ekstrem.

Pada kasus bulimia, biasanya remaja akan banyak berlebihan (binge-eating). Namun, sebagai kompensasi mereka diam-diam akan memuntahkan makanannya tersebut, penggunaan laksatif, atau olahraga secara berlebihan. Dampaknya secara fisik adalah dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, gangguan pencernaan, dan kerusakan gigi.

3. Depresi

Depresi - Gejala, penyebab dan mengobati - Alodokter

Bukan cuma orang dewasa, depresi juga sering terjadi pada remaja. Menurut studi yang diterbitkan dalam “The British Medical Journal”, 8-10 persen siswa sekolah menengah memiliki gejala depresi yang parah.

Seperti yang sudah kita tahu, dampak buruk depresi bisa sangat mengerikan. Mulai dari kesulitan di sekolah, berhubungan dengan orang lain, tidak menikmati hidup, dan skenario terburuknya adalah tindakan bunuh diri.

Gejala yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Perasaan sedih atau atau suasana hati depresif
  • Merasa putus asa dan tidak berguna
  • Kehilangan minat pada hal-hal yang tadinya disukai
  • Menarik diri dari teman dan keluarga
  • Sering menangis
  • Sulit tidur
  • Kehilangan atau kenaikan nafsu makan
  • Nyeri yang tak kunjung sembuh meski sudah diobati
  • Mudah marah
  • Merasa lelah meski cukup tidur
  • Sulit konsentrasi
  • Muncul pikiran tentang bunuh diri, membicarakan bunuh diri, dan melakukan percobaan bunuh diri
Kerap Menyerang Remaja, 5 Gangguan Mental Ini Wajib Diwaspadai
4. Gangguan kecemasan

Kenali Tiga Jenis Gangguan Kecemasan dan Gejalanya - Alodokter

Dilansir dari laman National Institute of Mental Health, kurang lebih 8 persen remaja usia 13-18 tahun mengalami gangguan kecemasan.

Remaja yang mengalami gangguan ini dapat berdampak pada kemampuannya untuk bersosialisasi dengan teman-temannnya, begitu juga pada pendidikannya. Pada kasus yang parah, gangguan kecemasan bisa membuat mereka takut untuk keluar rumah.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, gangguan kecemasan ini juga bisa mencakup gangguan panik, obsessive-compulsive disorder (OCD), dan post-traumatic stress disorder (PTSD).

Gejala yang dialami sudah pasti akan mengganggu aktivitas dan kualitas hidup remaja.

5. Gangguan bipolar

Banyak orang salah mengartikan gangguan bipolar sebagai kepribadian ganda. Faktanya, sering terdiagnosis saat remaja, gangguan mental ini menyebabkan perubahan suasana hati yang ekstrem.

Remaja bisa sewaktu-waktu mengalami lonjakan mood secara intens (episode mania atau hipomania), lalu tiba-tiba mood drop secara signifikan (episode depresif).

Meskipun hingga saat ini gangguan bipolar belum ada obatnya, tapi dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, seperti pemberian obat dan psikoterapi, gejala tiap episode bisa diminimalkan. Dukungan keluarga pun diperlukan untuk mengoptimalkan perawatan.

Kerap Menyerang Remaja, 5 Gangguan Mental Ini Wajib Diwaspadai

Penanganan gangguan kejiwaan sedini mungkin bisa membuat kamu terhindar dari kualitas hidup yang buruk dan dampak lainnya yang fatal.