Beberapa Hal Penting Seputar Edukasi Seks Bagi Para Remaja

Beberapa Hal Penting Seputar Edukasi Seks Bagi Para Remaja

Beberapa Hal Penting Seputar Edukasi Seks Bagi Para Remaja – Pendidikan seksual atau edukasi seks adalah kegiatan untuk mengajarkan mengenai kesehatan reproduksi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyadarkan pentingnya kesehatan reproduksi sehingga tindakan pelecehan seksual maupun penyakit menular dapat dicegah.

Berbicara mengenai edukasi seks di kalangan remaja mungkin masih cukup tabu. Alasannya sudah tentu karena norma-norma yang ada di masyarakat lebih menganggap seks sebagai sesuatu yang jorok atau terlarang untuk dibicarakan sebelum menikah.

Meski dianggap tabu, nyatanya semua anak remaja pasti sudah familier dengan konotasi yang berkaitan dengan seks. Sayangnya beberapa hal mengenai edukasi seks berikut ini masih dianggap tabu di kalangan remaja masa kini.

1. Usia ideal untuk berhubungan seks
5 Edukasi Seks yang Harus Diingat oleh Remaja, Catat!

Tak banyak remaja yang mengetahui kapan usia ideal untuk berhubungan seks. Kebanyakan dari mereka pasti hanya mengetahui bahwa melakukan hubungan seks harus sesudah menikah.

Padahal di beberapa daerah, justru sudah ada anak di bawah umur yang tetap dinikahkan. Tentunya hal ini tidak sesuai dengan usia ideal untuk melakukan hubungan seks.

2. Penggunaan kontrasepsi
5 Edukasi Seks yang Harus Diingat oleh Remaja, Catat!

Penggunaan kontrasepsi tentunya juga tak kalah tabu di kalangan remaja. Mereka tentu tidak memahami secara jelas mengenai alat-alat untuk mencegah kehamilan.

Padahal mereka sebetulnya harus memahami apa saja bentuk kontrasepsi dan penggunaannya. Pengetahuannya ini kelak nanti akan menjadi bekal sampai mereka menikah.

3. Bahaya kehamilan di bawah umur
5 Edukasi Seks yang Harus Diingat oleh Remaja, Catat!

Para remaja mungkin sudah diwanti-wanti untuk tidak melakukan hubungan seks pra nikah dengan risiko kehamilan. Nyatanya, mereka tidak paham dampak dari kehamilan tersebut seperti apa.

Apabila remaja yang masih belum cukup umur justru hamil, maka ini bisa berbahaya. Organ reproduksinya bahkan belum matang dengan sempurna.

4. Risiko penyakit menular seksual (PMS)
5 Edukasi Seks yang Harus Diingat oleh Remaja, Catat!

Di kalangan remaja juga sudah harus diperkenalkan perihal PMS atau penyakit menular seksual. Tentunya hal ini sangat penting untuk mencegah anak terjerumus pada pergaulan yang bebas.

Para remaja harus tahu apa saja jenis penyakit menular seksual dan bagaimana cara menularnya. Tak lupa dengan pencegahannya agar hal seperti ini tidak sampai terjadi.

5. Batasan-batasan dengan lawan jenis
5 Edukasi Seks yang Harus Diingat oleh Remaja, Catat!

Remaja yang dibesarkan di lingkungan religius atau menerapkan kesopanan antar satu sama lain, kerapkali mengerti cara bersikap terhadap lawan jenis. Hal ini penting adanya untuk membuat mereka paham batasan-batasan yang ada.

Cara yang demikian juga merupakan salah satu contoh dari edukasi seks yang bisa diberikan pada remaja. Melalui cara yang demikian, mereka pun jelas akan lebih menghormati lawan jenisnya dengan baik.

Meski mungkin dianggap tabu, namun jangan sampai edukasi seks tidak diajarkan pada anak. Justru cara ini dilakukan untuk mencegahnya terjerumus pada perilaku seks bebas yang membahayakan masa depan. Ketahui batasan-batasannya, ya!

Pendidikan seksual bertujuan untuk mengajarkan mengenai organ kesehatan reproduksi, penyakit menular seksual dan HIV/AIDS, kehamilan, dan kontrasepsi yang dapat digunakan. Pendidikan seksual juga dapat mencegah terjadinya tindak kekerasan seksual, pemerkosaan, seks diluar nikah, dan juga pernikahan di usia dini. Selain itu, mengurangi dampak buruk dari penyerapan informasi yang tidak aman dan tidak akurat melalui internet.

Remaja yang mendapatkan pendidikan seksualitas (sex education) secara komprehensif akan mampu membuat keputusan yang bertanggungjawab tentang seksualitasnya sendiri dan jika mereka memutuskan untuk melakukan hubungan seksual, mereka cenderung menggunakan pengaman dan memeriksakan kesehatan seksual mereka secara rutin ke dokter.