Berikut Lima film Remaja Tahun 80-an yang Paling Ikonik

Berikut Lima film Remaja Tahun 80-an yang Paling Ikonik

Berikut Lima film Remaja Tahun 80-an yang Paling Ikonik – Film remaja adalah sebuah genre film yang ditujukan kepada remaja dan pemuda di mana plotnya didasarkan pada kepentingan khusus dari remaja, seperti datangnya kedewasaan, cinta pertama, pemberontakan, konflik dengan orang tua, kegelisahan atau keterasingan remaja. Tahun 1980-an bisa dibilang sebagai era berkembangnya film remaja. Pada tahun ini banyak sekali film remaja yang bahkan masih berkesan hingga sekarang.

Seringkali materi biasanya disajikan serius dengan cara yang stereotip atau disepelekan dengan apik. Untuk pertimbangan hukum, banyak karakter remaja yang diperankan oleh anak muda. Walaupun saat ini juga masih sering bermunculan film remaja yang serupa. Sayangnya banyak yang belum bisa menandingi kualitas film remaja era 80-an.

Jika sekarang film remaja hanya identik dengan percintaan saja, film remaja zaman dulu lebih memiliki jalan cerita yang kompleks. Tidak heran beberapa terpilih menjadi film yang tidak pernah lekang oleh waktu meski sudah puluhan tahun semenjak rilis. Dilansir dari idn poker apk Seperti halnya kelima film remaja tahun 80-an yang paling ikonik di bawah ini.

1. The Breakfast Club (1985)
The Breakfast Club dan Efek Negatif School Stereotype Halaman 1 -  Kompasiana.com

Film remaja terbaik tahun 80-an tentu identik dengan The Breakfast Club. Film garapan sutradara John Hughes bahkan digadang-gadang sebagai film terbaik selama satu dekade ini. Bahkan film ini masih sering diputar ulang di setiap hari peringatan perilisannya. Banyak pula film-film sekarang yang terinspirasi dari The Breakfast Club.

Film ini sendiri menceritakan tentang 5 karakter berbeda dengan stereotip masing-masing yang dipertemukan karena detensi sekolah. Mulai dari si populer, atlet sekolah, kutu buku, sampai siswi kurang pergaulan. Di balik stereotip tersebut, mereka memiliki sisi lain yang menarik. Film ini akan membuatmu memaklumi setiap karakternya.

2. Heathers (1988) 
Movie review: “Heathers” (1988) – darkadaptedeye

Heathers bercerita tentang gadis lugu bernama Veronica yang salah memilih pergaulan di sekolah. Ia terjebak dengan geng populer yang berisi tiga gadis bernama Heathers. Ia sebenarnya membenci teman-temannya tersebut karena suka menindas orang lain. Tetapi semuanya jadi berantakan saat ia bertemu siswa pemberontak, Jason Dean.

Heathers menunjukkan kehidupan remaja SMA yang tidak jauh dari bullying dan popularitas. Film ini juga menyindir tentang fenomena bunuh diri yang seringkali terlalu di-glorified. Heathers dibintangi oleh Winona Ryder yang berhasil menghidupkan karakter Veronica yang polos dan juga Christian Slater sebagai J.D, si antagonis yang menawan.

3. Ferris Bueller’s Day Off (1986)
Review : Ferris Bueller's Day Off ( 1986 ) | tyazism's journal

Apabila kamu mencari film remaja yang berisi komedi dan petualangan, film Ferris Bueller’s Day Off tepat untuk ditonton. Film ini berawal dari Ferris (Matthew Broderick) yang pura-pura sakit agar bisa bolos sekolah. Ditemani oleh sahabatnya, Cameron (Alan Ruck) dan kekasih, Sloane (Mia Sara) ketiganya berusaha tidak ketahuan bolos.

Karakter Ferris Bueller sendiri digambarkan sebagai pemuda keren yang penuh akal. Berkebalikan dengan sahabatnya yang paranoid. Salah satu adegan paling ikonik adalah ketika Ferris menyanyikan lagu “Twist and Shout” dari The Beatles. Film ini mengajarkan kita untuk sesekali menikmati hidup.

4. The Karate Kid (1984) 
The Karate Kid (1984) - IMDb

The Karate Kid juga merupakan salah satu film remaja paling ikonik bahkan sampai dibuat remake versi Jaden Smith pada 2010 kemarin. Film ini berkisah tentang Daniel (Ralph Macchio) yang pindah dari New Jersey ke California bersama ibunya. Di lingkungan barunya, Daniel mengalami perundungan dari remaja-remaja jago karate.

Sampai pada akhirnya ia bertemu Mr. Miyagi (Pat Morita) yang bersedia mengajarkan karate. Daniel pun mengikuti turnamen karate untuk melawan pem-bully dirinya. The Karate Kid terbilang sangat sukses pada tahun itu sampai dibuat dua sekuel. Film ini akan mengajarkanmu untuk berdamai dengan musuh.

5. Footloose (1984) 
Footloose (1984): Ketika Dansa Menjadi Aktivitas Terlarang

Film ini bercerita tentang Ren McCormack dan ibunya yang pindah ke kota kecil, ternyata di sana dilarang untuk mendengarkan musik pop dan berdansa. Ren yang merasa larangan tersebut tidak masuk akal berusaha mengubah pemikiran tersebut. Ren bahkan mengajukan agar sekolah mengadakan pesta dansa.

Footloose menjadi film musikal remaja yang paling berkesan terutama soundtrack-nya. Bahkan lagu-lagu Footloose sempat masuk nominasi Oscar. Film ini juga dibuat remake pada tahun 2011 karena kepopulerannya. Bisa dibilang Footloose juga melambungkan nama Kevin Bacon yang sukses memerankan pemuda rebel yang berhasrat ingin berdansa.