Berikut Tanda-tanda Remaja yang Membutuhkan Dukungan Mental

Berikut Tanda-tanda Remaja yang Membutuhkan Dukungan Mental

Berikut Tanda-tanda Remaja yang Membutuhkan Dukungan Mental – Kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar. Sayangnya masih banyak orangtua yang menganggap masalah mental adalah hal yang tabu dan dianggap sepele. Seringkali hal ini membuat orangtua mengabaikan permasalahan mental yang remaja rasakan hingga membuatnya memendam sendirian.

Sebaliknya, orang yang kesehatan mentalnya terganggu akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang pada akhirnya bisa mengarah pada perilaku buruk. Keadaan ini tentu harus segera ditangani, karena jika dibiarkan bisa menimbulkan trauma hingga depresi berat.

Kali ini Club388 Indonesia akan membahas lima tanda remaja yang sedang butuh dukungan mental. Yuk pelajari dan perhatikan tandanya!

1. Anak sering menangis tanpa sebab yang jelas
1. Anak sering menangis tanpa sebab jelas

Menangis adalah wujud emosi ketika anak tersentuh ataupun sedang mengalami kesedihan. Adalah hal yang wajar jika anak mama mengeluarkan air matanya untuk mengeluarkan emosi dalam jiwa. Namun, Kamu perlu waspada jika melihat anak menangis tanpa tahu penyebab pastinya.

Bisa jadi hal ini adalah tangisan akibat anak yang memendam permasalahan yang ia sedang coba abaikan atau tidak terima. Nah jika Kamu melihat hal ini, tak ada salahnya untuk menanyakan pada anak apa yang terjadi.

Memendam masalah sendirian hanya akan membuat bebannya terasa lebih berat dan dihantui kesedihan yang berkepanjangan. Namun, jika anak tak mau menyampaikannya, cobalah solusi lain seperti memberikannya buku jurnal.

2. Lebih sensitif akibat merasa tertekan
2. Lebih sensitif akibat merasa tertekan

Ketika melihat anak menjadi lebih sensitif, seperti mudah marah, terkesan tak mau diganggu, tidak bisa bercanda seperti biasa. Kemungkinan hal ini disebabkan karena anak merasa tertekan. Merasa tertekan bisa jadi salah satu gejala depresi.

Membiarkan anak merasa tertekan tanpa memberikan dukungan mental tambahan, lambat laun hanya akan membuatnya depresi berkepanjangan. Jika Mama sudah melihat hal ini, segera tawarkan bantuan pada anak atau membawanya ke profesional.

Meskipun tidak langsung menghilangkan masalah yang dihadapi, tetapi dengan berbagi masalah dapat membuat hati anak menjadi lebih tenang.

3. Terlintas untuk melukai diri sendiri
3. Terlintas melukai diri sendiri

Tanda selanjutnya ketika anak perlu diberikan dukungan mental lebih adalah ketika ia berniat melukai diri sendiri. Niat tersebut itu tidak akan timbul jika kondisinya sedang baik-baik saja. Namun mungkin akan susah jika Kmu melihat anak yang terlalu banyak menghabiskan waktu di kamar.

Hal-hal seperti ini sebenarnya bisa dideteksi dari media sosial yang anak gunakan, apakah anak mengunggah atau menyukai unggahan yang bermaksud untuk menyakiti diri. Karena dalam keadaan normal, seharusnya anak dapat menyayangi dirinya dan tidak akan berniat melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri.

Jika mulai melihat hal tersebut, ada baiknya Kamu segera membawa anak ke seseorang yang lebih profesional. Karena jika hal ini tak segera ditangani, bisa jadi anak nekat untuk melukai diri sendiri tanpa Mama sadari.

4. Sering merasa sendirian dan kesepian dalam hidup
4. Sering merasa sendirian kesepian dalam hidup

Gangguan ini bisa menyebabkan anak merasa benar-benar hidup sendiri, walaupun misalnya tinggal di rumah dengan anggota keluarga yang cukup banyak. Ini bisa menjadi pertanda bahwa anak sedang mengalami gejala depresi.

Jika remaja mengatakan bahwa belakangan ini ia merasa kesepian dan sendirian, Kamu dapat mengajak anggota keluarga lain untuk melakukan aktivitas bersama anak, seperti menyaksikan film bersama, bermain, memasak, jalan-jalan, dan kegiatan lain.

Jika tidak segera diberikan penanganan, tidak menutup kemungkinan nantinya gangguan mental yang remaja rasakan akan bertambah berat dan makin sulit untuk diobati.

5. Kerap menganggap bahwa hidupnya tidak berarti
5. Kerap menganggap bahwa hidup tidak berarti

Seperti yang dikatakan sebelumnya, remaja menemukan berbagai macam tantangan dalam proses perkembangannya menjadi orang dewasa. Tak jarang ini membawa anak pada kegagalan. Namun, sesering apapun anak gagal, ingatkan ia bahwa bukan berarti hidupnya tak berarti.

Berikan pengertian pada anak bahwa tidak ada manusia yang sempurna, dan setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Jangan lupa untuk memberikan anak dukungan dan motivasi untuk meningkatkan kembali semangatnya.

Hilangnya motivasi bisa menjadi tanda bahwa ada yang salah pada mentalnya. Bisa jadi hal ini disebabkan karena anak tengah terpukul ataupun tersakiti oleh tindakan orang lain.

Nah itulah beberapa tanda yang harus Mama perhatikan ketika anak sebenarnya membutuhkan dukungan mental lebih. Ingatkan anak bahwa keluarga selalu ada untuknya, dan fungsi keluarga adalah membantu satu sama lain agar anak tidak memikul masalahnya sendirian.

Yuk Ma, mulai sekarang lebih peduli terhadap kesehatan mental anak!