Berikut Tujuh Cara Mendidik Anak Remaja Tanpa Drama

Berikut Tujuh Cara Mendidik Anak Remaja Tanpa Drama

Berikut Tujuh Cara Mendidik Anak Remaja Tanpa Drama – Remaja adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa  tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Memasuki usia sekolah dan menginjak masa remaja, tentu ada banyak perubahan yang terjadi pada anak-anak mama. Cara mendidiknya pun ikut berubah dan tidak semudah yang dibayangkan.

Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa. Di usianya ini, anak sudah lebih sulit ditaklukkan karena masa remaja menjadi masa peralihan dan membuat mereka akan melakukan pemberontakan. Bahkan, tak jarang menimbulkan adanya kenakalan remaja.

Untuk itu, diperlukan didikan yang tepat agar kelak mereka menjadi pribadi yang hebat dan memiliki karakter yang kuat serta positif di masa depan. Lantas, bagaimana cara mendidik anak remaja yang bisa dilakukan orangtua? Berikut 7 tips mendidik remaja tanpa drama. Yuk, simak dan coba terapkan agar anak tak salah langkah!

1. Menjadikan diri sebagai teman anak
1. Menjadikan diri sebagai teman anak

Permasalahan dalam mendidik anak usia remaja yang sering kali dialami adalah ketika orangtua mulai merasa anak mereka menjadi jauh dan tidak lagi terbuka pada Mama atau Papanya.

Di usia ini, wajar jika anak mulai menjauh dari orangtuanya. Penyebabnya terjadi karena terdapat perbedaan dalam sudut pandang antara orangtua dengan anak yang memiliki rentang usia cukup jauh.

Jadi tak hanya sebagai orangtua, Mama dan Papa bisa menjadi teman bagi anak sehingga lebih mudah dekat dengan mereka tanpa terkesan menggurui. Bahkan, tips satu ini juga bisa menjadikan Mama dan anak sering menghabiskan waktu bersama lho!

2. Membuat kesepakatan bersama
2. Membuat kesepakatan bersama

Di usia remaja, Mama juga bisa mendidik mereka dengan membuat kesepakatan terkait aturan apa saja yang diperlukan antara anak dan orangtua.

Tak seperti usia kanak-kanak, ketika anak beranjak remaja maka waktunya akan lebih banyak dihabiskan dengan teman-temanya ketimbang bersama keluarga. Itulah mengapa membuat kesepakatan penting dilakukan.

Jadi, tak sekadar melarang dan memarahi mereka saja, Ma. Cobalah memperlakukan anak selayaknya orang dewasa melalui diskusi. Sehingga anak pun akan menjadi terbuka dengan Mama dan Papa.

3. Bebaskan anak bersosialisasi
3. Bebaskan anak bersosialisasi

Semakin bertambahnya usia, anak akan terus bereksplorasi dengan lingkungan sekitarnya. Itulah mengapa anak lebih senang menghabiskan waktu dengan teman sekolah atau bermain di luar rumah.

Meski membebaskan, tetapi Mama tetap perlu memastikan bahwa cara anak bersosialisasi sudah benar dan berdampak positif.

Dari sini, anak mama akan banyak belajar hal baru untuk melatih dirinya dalam mengambil keputusan yang tepat, melatih kepimpinan, serta membuatnya menjadi pribadi yang mandiri.

4. Menghormati privasi anak
4. Menghormati privasi anak

Memasuki usia remaja, pemikiran ornagtua yang perlu diubah pada anak adalah dengan tidak beranggapan semua urusan anak adalah urusan mereka juga.

Pemikiran seperti itu memang berlaku bagi mereka, namun itu di masa kanak-kanak dahulu, Ma. Saat usianya beranjak remaja, Mama dan Papa perlu memahami bahwa anak mulai memiliki privasi yang harus dijaga dan dihormati.

Cobalah untuk memercayai anak agar mereka juga bisa memercayai orangtuanya. Yuk, mulai jaga dan hormati privasi anak remaja mama.

5. Menghargai minat dan keputusan anak
5. Menghargai minat keputusan anak

Selain menghargai privasi anak, Mama dan Papa juga perlu menghargai minat serta keputusan yang anak buat. Mungkin masih banyak orangtua yang beranggapan bahwa orangtua selalu benar dan tahu yang terbaik untuk anak, tapi cobalah memikirkan apa keputusan yang anak mau, Ma.

Memaksa anak akan sesuatu yang mereka tidak sukai tentu akan membuat mereka merasa tertekan, bahkan sampai melakukan hal buruk seperti terjadinya kenakalan remaja.

Tak hanya itu, hubungan antara anak remaja dengan orangtuanya pun lebih harmonis. Jadi, cukup berikan arahan dengan menghargai setiap minat dan keputusan yang anak miliki saja ya, Ma.

6. Memberikan pemahaman tentang pergaulan
6. Memberikan pemahaman tentang pergaulan

Agar anak bergaul dengan cara yang positif, cara yang bisa Mama lakukan adalah bukan melarang atau mengekang mereka, melainkan memberikan pemahaman yang benar tentang pergaulan anak remaja.

Di usia remaja, anak akan mulai melihat banyak hal baru di lingkungannya. Itulah mengapa perlu bagi Mama dan Papa membicarakan tentang pergaulan remaja saat ini.

Jika bukan dari Mama dan Papa, anak bisa saja mendapat informasi mengenai hal itu dari sumber lain yang belum tentu benar dan justru bisa menjerumuskan anak. Memberikan edukasi seperti ini menjadi cara mudah mendidik remaja untuk membangun pondasi yang kuat dalam bergaul.

7. Memberikan pemahaman untuk mengelola rasa stres
7. Memberikan pemahaman mengelola rasa stres

Tak hanya orang dewasa, usia remaja juga menjadi usia yang rentan mengalami stres dan juga depresi. Itulah mengapa perlu adanya pemahaman kepada anak dengan berbagai cara mengelola stres yang tepat dan sehat.

Hal yang bisa Mama lakukan di antaranya dengan mendekati dan mengajak bicara mereka soal masalah yang tengah ia hadapi. Bukan malah sebaliknya yakni memarahi anak dan mencari kesalahan mereka.

Cobalah untuk mendengarkan keluh kesah anak tanpa menghakimi. Mama bisa memberikan hiburan berupa kata-kata yang mendukung dan memberi harapan.