Cara Efektif untuk Kamu Menghadapi Anak Remaja Malas Belajar

Cara Efektif untuk Kamu Menghadapi Anak Remaja Malas Belajar

Cara Efektif untuk Kamu Menghadapi Anak Remaja Malas Belajar – Rasa malas atau yang kini lebih sering disebut dengan istilah “mager” alias malas gerak, adalah masalah yang sering kali dialami oleh banyak orang. Rasa malas merupakan hal yang manusiawi dan semua orang pasti pernah mengalaminya, terlebih lagi pada remaja. Ketika anak dihadapkan oleh banyak tugas dan materi yang harus ia pelajari, tak jarang rasa malas ini menghambat mereka untuk melaksanakan kewajibannya.

Meskipun sepele, namun rasa malas dapat menghambat aktivitas yang dilakukan dan membuat Anda justru terbiasa dengan kemalasan jika Anda tidak mencoba untuk melawannya. Meskipun demikian, kamu tidak bisa membiarkan remaja terus-terusan memelihara sifat malas tersebut. Perlu diketahui, bahwa mempertahankan kemalasan dapat beresiko fatal bagi pencapaian masa depan anak nantinya.

Kemalasan merupakan salah satu hambatan terbesar yang dapat menggagalkan kesuksesan. Meskipun tidak mudah, tapi sudah sepatutnya kamu menghadapi rasa malas anak yang harus dilawan.  Untuk membantu kamu, lima cara efektif yang bisa Mama lakukan ketika menghadapi anak yang malas belajar. Yuk simak tipsnya di bawah ini!

1. Jangan biarkan ketika anak suka menunda-nunda
1. Jangan biarkan ketika anak suka menunda-nunda

Menunda-nunda tugas atau belajar merupakan kebiasaan buruk yang masih sering dilakukan banyak remaja, lho. Rasanya ingin mengerjakannya nanti saja, karena deadline atau ujian yang juga masih lama.

Maka dari itu penting untuk mengingatkan anak agar menyelesaikan tugasnya dan belajar sesuai jadwalnya. Hindari berpikiran bahwa semua kewajiban anak akan selesai dengan sendirinya, karena mungkin saja pada akhirnya tugas anak tidak pernah tuntas.

Jika kebiasaan menunda-nunda ini sampai dibiarkan, tentu akan merugikan anak dalam menggapai cita-cita dan harapan orangtua.

2. Catat daftar atau to-do-list tugas yang harus diselesaikan di minggu ini
2. Catat daftar atau to-do-list tugas harus diselesaikan minggu ini

Buatlah daftar to-do-list tentang apa saja hal-hal yang harus remaja selesaikan dalam minggu ini. Cara ini bisa efektif untuk menekan rasa malas, dan anak juga akan lebih terdorong untuk berusaha mencapai apa yang telah ditentukan.

Tak kalah penting, berikan semangat pada anak bahwa ia pasti bisa menyelesaikan daftar tugas tersebut. Hal ini akan membuatnya jadi lebih bersemangat sehingga tidak lagi terjebak dalam kemalasan.

3. Menetapkan jadwal rutinitas sehari-hari
3. Menetapkan jadwal rutinitas sehari-hari

Sedikit disinggung sebelumnya soal jadwal belajar atau mengerjakan tugas. Cobalah Mama mengajak anak untuk membuat rutinitas sehari-hari. Hal ini karena remaja umumnya memiliki aktivitas yang padat.

Ada kegiatan-kegiatan tertentu yang memang bersifat penting dan ada pula kegiatan-kegiatan lain yang sebenarnya tidak begitu penting. Banyaknya kegiatan seringkali membuat anak lebih mudah lelah di awal, dan merasa malas meskipun belum menjalaninya.

Untuk mengatasi hal tersebut Mama dan anak bisa menetapkan jadwal harian. Dengan adanya jadwal harian maka anak dapat mengatur waktu dengan cermat, serta mampu memilah mana aktivitas yang sekiranya penting dan harus didahulukan.

4. Menempelkan poster dengan quotes tentang motivasi
4. Menempelkan poster quotes tentang motivasi

Salah satu hal terpenting yang dapat menekan rasa malas adalah motivasi. Ketika Mama sudah semaksimal mungkin memberikan dukungan, maka anak harus bisa memotivasi dirinya sendiri. Dengan cara apa untuk mengingatkan anak agar memotivasi diri sendiri?

Cara mudah untuk membuat anak mampu memotivasi diri sendiri adalah dengan menempelkan poster-poster tokoh favoritnya yang menunjukkan kalimat atau quotes motivasi. Misalnya, anak mengidolakan fisikawan teoretis, Albert Einstein.

Dengan memotivasi diri sendiri, menjadikan remaja sebagai individu yang memiliki jiwa kerja keras sehingga enggan membuang-buang waktu begitu saja.

5. Berikan konsekuensi dengan mengambil hak istimewanya
5. Berikan konsekuensi mengambil hak istimewanya

Disiplin merupakan salah satu hal yang paling sulit diterapkan dalam hidup seorang remaja. Namun, Mama harus tetap melakukannya.

Ketika seorang anak tidak memiliki sikap disiplin, maka ia akan menjadi individu yang tidak menghargai waktu dan cenderung bermalas-malasan dalam mengerjakan sesuatu.

Meskipun terkesan tidak mudah, tapi Mama harus membiasakan diri dengan hal tersebut. Ketika sudah terbiasa memiliki sikap disiplin, maka anak akan mendapatkan banyak manfaat.

Remaja yang sudah tertanam sikap disiplin, akan menjadi individu yang memiliki ketegasan diri, sehingga dapat melawan kemalasan.