Cara Mengajarkan Anak Remaja Berinvestasi dari Usia Dini

Cara Mengajarkan Anak Remaja Berinvestasi dari Usia Dini

Cara Mengajarkan Anak Remaja Berinvestasi dari Usia Dini – Orang tua adalah ayah dan/atau ibu seorang anak, baik melalui hubungan biologis maupun sosial. Umumnya, orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam membesarkan anak, dan panggilan ibu/ayah dapat diberikan untuk perempuan/pria yang bukan orang tua kandung (biologis) dari seseorang yang mengisi peranan ini. Orangtua seringkali mengajarkan anak bagaimana bekerja keras untuk mencapai impian dan mendapatkan keuntungan yang berupa uang.

Sayangnya, banyak orangtua yang mengabaikan salah satu keterampilan berharga yang harusnya dapat anak miliki, yaitu cara menangani uang. Tak semua orangtua menganggap perlunya membantu anak remaja mereka tentang bagaimana cara berinvestasi. Namun, sangat penting untuk mengajarkan informasi ini.

Berinvestasi sejak dini dapat mengenalkan anak pada “Teenvestor” atau investor Remaja”, yang sebagian besar akan pensiun dalam waktu sekitar 50 hingga 60 tahun. Bagaimana cara orangtua untuk mengenalkan anak pada dunia investasi? Simak beberapa informasinya yang telah idn poker apk rangkum di bawah ini!

1. Memancing rasa penasaran anak
1. Memancing rasa penasaran anak

Memancing rasa ingin tahu anak tentang dunia investasi kini bisa dilakukan dengan cara mudah. Misalnya dengan menyaksikan berita televisi yang menayangkan tentang perubahan harga saham, atau Mama juga dapat bercerita tentang pengalaman berinvestasi.

Setelah itu, Mama dapat menanyakan pada anak apakah ia tertarik untuk membeli perusahaan di masa depan. Di sini anak mungkin akan menunjukkan minatnya dan berimajinasi, misalnya ia nanti ingin membeli perusahaan makanan favoritnya.

2. Mengajak anak bermain permainan yang mengajarkan investasi
2. Mengajak anak bermain permainan mengajarkan investasi

Kamu dan remaja tentu sudah tak asing lagi dengan permainan monopoli, bukan? Permainan monopoli dapat mengenalkan anak konsep berinvestasi, walaupun pada permainan tersebut menggunakan bentuk properti sebagai hal yang diinvestasikan.

Permainan monopoli ini dapat mengajarkan anak agar menyisihkan uang untuk ditabung dalam jangka panjang. Dan mungkin di masa depan, anak akan mendapatkan uang yang lebih banyak dari apa yang ditabungnya.

3. Mengajarkan investasi dalam bentuk kehidupan sehari-hari
3. Mengajarkan investasi dalam bentuk kehidupan sehari-hari

Ketika Kamu akan mengajarkan anak untuk berinvetasi, mulailah dengan mengajarkan anak beberapa hal dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dengan mengajarkan anak cara menabung menggunakan celengan terlebih dahulu.

Jika sudah memenuhi target, anak juga bisa memutuskan untuk membeli barang yang diinginkan, atau memulai tabungan baru agar ia dapat menyimpan uang yang lebih banyak lagi di masa depan.

4. Menjadi panutan untuk anak dalam hal menabung atau berinvestasi
4. Menjadi panutan anak dalam hal menabung atau berinvestasi

Orangtua tentu menjadi tokoh panutan yang penting bagi anak-anaknya. Sehingga penting bagi Mama dan pasangan untuk memberikan contoh bagaimana dapat mengatur keuangan.

Dilansir dari Britannica, Warren Buffet adalah seorang pengusaha dan dermawan Amerika, yang secara luas dianggap sebagai investor paling sukses di abad ke-20. Hingga saat ini, ia mengumpulkan kekayaan pribadi lebih dari $60 miliar.

5. Bantu anak untuk menentukan tujuan investasinya
5. Bantu anak menentukan tujuan investasinya

Pastikan Mama juga membantu anak untuk menemukan tujuan investasinya, sebelum mulai berinvestasi. Jika anak masih berusia pra-remaja hingga remaja, ada beberapa tujuan yang mungkin anak inginkan, misalnya membeli barang koleksi, membeli gadget baru, membeli pakaian, atau aksesori.

Namun, seiring berjalannya waktu Mama juga dapat mengajarkan anak untuk pentingnya investasi dalam jangka panjang dan tidak digunakan untuk mengikuti keinginannya semata. Karena nantinya anak akan dihadapkan pada kebutuhan-kebutuhan yang lebih memakan biaya.

6. Jelaskan pada anak konsep-konsep dasar investasi
6. Jelaskan anak konsep-konsep dasar investasi

Setelah mengajarkan remaja tentang investasi dan tokoh yang menjadi panutannya, Mama dapat mulai mengenalkan anak pada konsep investasi dasar, misalnya reksa dana, saham, obligasi, dan lain-lain.

Namun jangan membuat percakapan ini menjadi seperti memberikan kuliah. Sebaliknya, buatlah suasana tetap tenang dan santai, walaupun mungkin Mama harus menjelaskan beberapa kali. Tetapi hal ini dapat memperkuat pemahaman anak dan memudahkannya ke tahap selanjutnya.

7. Mulai berinvestasi dengan mempertimbangkan usia anak
7. Mulai berinvestasi mempertimbangkan usia anak

Ketika Mama dan anak telah menjalani satu persatu langkah di atas. kini mulailah menentukan investasinya. Mama dapat mengajarkan anak untuk memilih perusahaan yang menawarkan biaya rendah atau bahkan tanpa biaya tambahan, dan juga memiliki reputasi atau peringkat yang baik.

Nah kini Mama sudah memahami kan, bagaimana cara mengjarkan anak untuk berinvestasi sejak dini. Setiap anak harus belajar tentang mengelola uang dengan satu atau cara lain, dengan atau tanpa bantuan orangtua.