Dampak Penggunaan Metode Strict Parenting Pada Anak Remaja

Dampak Penggunaan Metode Strict Parenting Pada Anak Remaja

Dampak Penggunaan Metode Strict Parenting Pada Anak RemajaStrict parents atau orangtua yang ketat merupakan tipe orang tua yang mengatur anaknya sesuai dengan kemauan diri sendiri tanpa menghargai perasaan serta pendapat anaknya. Seorang anak yang biasa di didik dengan ketat akan cenderung memiliki rasa takut yang tinggi dan ketergantungan terhadap apa yang dilakukannya.

Cepat atau lambat semua orangtua akan mengalami ini, yang mana anaknya yang tadinya dianggap sebagai anak kecil perlahan-lahan beranjak menjadi anak remaja. Masa peralihan dari anak-anak menjadi orang dewasa, dan ketika anak remaja inilah yang biasanya menjadi masa berat orangtua.Karena anak sedang labil-labilnya, dan harus hati-hati memilih idn poker android metode parenting yang tepat karena kalau salah malah bisa berakibat fatal dan membuatnya membangkang. Salah satunya yang salah adalah jika menggunakan metode strict parenting pada anak remaja, yang mana lima akibatnya akan dibahas lebih lanjut di bawah ini.

1. Semakin strict orangtua maka semakin besar hasratnya untuk membangkang
5 Akibat Menerapkan Metode Strict Parenting pada Anak Remaja

Akibatnya yang pertama kalau menggunakan metode strict parenting ketika anak memasuki masa remaja adalah, semakin strict orangtuanya maka semakin besar hasratnya untuk membangkang. Memang tidak semua anak akan merespon seperti ini, akan tetapi rata-rata anak remaja seperti ini.

Karena ketika remaja anak sedang sangat labil, memiliki kemauan besar untuk mengeksplor dunia, dan juga emosionalnya yang sangat tak menentu. Jadi kalau ditangani dengan cara strict sama saja membangkitkan jiwa pemberontak di dalam dirinya.

2. Membuatnya berubah menjadi anak yang tertutup dan menjaga jarak
5 Akibat Menerapkan Metode Strict Parenting pada Anak Remaja

Jika tidak membangkang maka inilah akibatnya yang kedua kalau menggunakan metode strict parenting pada anak remaja, yang mana dirinya jadi berubah menjadi anak yang tertutup dan menjaga jarak dengan orangtuanya.

Pada masa-masa remaja, anak memiliki keinginan besar untuk dimengerti terlebih oleh orangtuanya sendiri. Sangat bertentangan dengan strict parenting yang banyak berisi perintah dan menuntut anak untuk patuh. Jadi gak salah kalau kemudian anak pun jadi menjaga jarak karena merasa tidak cocok dengan orangtuanya.

3. Anak jadi sering berbohong
5 Akibat Menerapkan Metode Strict Parenting pada Anak Remaja

Gak semua anak bisa menyesuaikan dirinya dengan metode strict parenting, terutama ketika anak remaja. Jika tidak bisa menerimanya maka dampaknya pun membuat anak jadi sering berbohong pada orangtua.

Remaja adalah masa di mana anak mulai sadar atas hak kebebasannya dalam hidup, sehingga bersikap ketat dan strict padanya bukanlah pilihan yang tepat. Bisa-bisa anak malah tumbuh ke arah yang salah sehingga membentuknya menjadi pembohong ulung demi mendapatkan kebebasan hidup ketika remaja.

4. Merasa terkekang dan tidak memiliki kebebasan atas hidupnya
5 Akibat Menerapkan Metode Strict Parenting pada Anak Remaja

Akibatnya yang keempat kalau memakai metode strict parenting pada anak ialah, hal itu bisa membuatnya merasa terkekang dan tidak memiliki kebebasan atas hidupnya, lho.

Memang benar bahwa orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, akan tetapi kalau terlalu ketat justru jadinya malah mengekang. Hal tersebut tidak baik karena bisa membuat mental anak tertekan atau bahkan stres. Bukankah sangat fatal?

5. Berpotensi besar memicu terjadinya konflik antara orangtua dan anak
5 Akibat Menerapkan Metode Strict Parenting pada Anak Remaja

Menggunakan metode strict parenting pada anak remaja bisa dibilang merupakan hal yang sangat salah, karena hal itu sebenarnya berpotensi besar memicu terjadinya konflik antara orangtua dan anak. Hubungan di antara keduanya jadi banyak diisi dengan pertengkaran, saling beda paham, hingga muncul perasaan benci jika keadaannya terlalu fatal.

Sebab di satu sisi orangtua ingin anaknya patuh, akan tetapi di sisi lain anak yang berada di usia remaja menginginkan bahwa dirinya dimengerti. Memaksanya, memberikan perintah, bahkan bersikap ketat padanya sangatlah berlawanan dengan apa yang anak remaja inginkan.

Mereka, memang memiliki kebiasaan atau rutinitas yang baik, namun itu semua bukan atas pembelajaran yang didapatkan dari pengalaman pribadinya melainkan dari ajaran dan aturan dari orang tuanya.

“jadi dia rada tidak membiarkan anaknya leluasa dalam bermain, meluangkan waktu sama teman-temannya, biasanya strict parents orang tua yang banyak curigaan sih terhadap pergaulan anaknya sendiri,” Ujar Rossa Dewiana seorang yang merasa dirinya mempunyai orang tua yang ketat.

Dari lima poin pembahasan tadi bisa dilihat kalau metode strict parenting sangat tidak tepat jika digunakan pada anak remaja. Jadi bijak-bijaklah bagi orangtua dalam memilih metode parenting yang tepat ketika anak memasuki masa remajanya, karena kalau salah-salah akibatnya bisa fatal banget.