Fakta Serial Korea Terbaru Tentang Hakim Kejahatan Remaja

Fakta Serial Korea Terbaru Tentang Hakim Kejahatan Remaja

Fakta Serial Korea Terbaru Tentang Hakim Kejahatan Remaja – Kenakalan remaja (juvenile delinquency) adalah suatu perbuatan yang melanggar  norma, aturan, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia  remaja atau transisi masa anak-anak ke dewasa.

Kenakalan Remaja merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial yang pada akhirnya menyebabkan perilaku menyimpang.

Menyusul kesuksesan serial Korea, seperti KingdomSweet Home, hingga Squid Game, Netflix akan kembali memproduksi drama berjudul J uvenile Justice. Drama bertema hukum ini akan dibintangi oleh sejumlah artis kenamaan Korea Selatan, yaitu Kim Hye Soo, Kim Moo Yeol, dan Lee Sung Min.

1. Juvenile Justice akan mengisahkan hakim yang khusus menangani kasus kenakalan remaja
5 Fakta Juvenile Justice, Serial Tentang Hakim Kejahatan Remaja

Juvenile Justice adalah drama Korea bergenre law-crime yang akan mengikuti kisah seorang hakim yang terkenal karena ketidaksukaannya terhadap remaja. Ia kemudian diangkat menjadi hakim pengadilan remaja di Distrik Yeonhwa.

Pernah menjadi korban kejahatan remaja di masa mudanya, sang hakim harus menghadapi banyak  kasus yang melibatkan kenakalan remaja. Berbagai kasus yang ia tangani tersebut akhirnya membantu dirinya untuk menemukan apa artinya menjadi dewasa.

Drama Juvenile Justice akan menyampaikan pesan tentang pengabaian masyarakat terhadap semakin parahnya kenakalan remaja. Selain itu, drama ini juga akan menampilkan kisah dari remaja nakal dan keputusan yang berbeda yang akan dicapai oleh setiap hakim, tergantung pada keyakinan dan nilai-nilai yang mereka anut.

2. Kim Hye Soo berperan sebagai Shim Eun Seok
5 Fakta Juvenile Justice, Serial Tentang Hakim Kejahatan Remaja

Bintang drama Hyena, Kim Hye Soo, akan menjadi pemeran utama di drama Juvenile Justice. Di drama ini, ia akan berperan sebagai Shim Eun Seok.

Shim Eun Seok adalah seorang hakim elit dengan kepribadian yang tampaknya tidak ramah kepada orang lain. Dia juga tidak menyukai remaja, karena pernah menjadi korban kejahatan remaja di masa mudanya.

Suatu hari, Shim Eun Seok ditugaskan ke pengadilan remaja setempat di Distrik Yeonhwa. Sebab kejahatan yang dilakukan oleh anak di bawah umur menjadi lebih kejam, para pelanggar biasanya lolos dari segala jenis hukuman yang serius.

Shim Eun Seok pun mulai melanggar kebiasaan dan mengatur dengan caranya sendiri untuk menghukum para pelanggar tersebut.

3. Kim Moo Yeol hingga Lee Jung Eun turut bergabung ke jajaran pemain
5 Fakta Juvenile Justice, Serial Tentang Hakim Kejahatan Remaja

Setelah membintangi film Space Sweepers, Kim Moo Yeol akhirnya kembali dengan drama Juvenile Justice. Di drama ini, dia akan berperan sebagai Cha Tae Joo.

Cha Tae Joo merupakan hakim yang dengan hangat merangkul para remaja nakal. Juvenile Justice ini juga menandai kembalinya Kim Moo Yeol ke layar drama dalam 4 tahun setelah Bad Guys: Vile City yang tayang pada 2018 lalu.

Lee Sung Min yang juga baru saja membintangi film Netflix berjudul The 8th Night, turut bergabung ke jajaran pemeran utama drama Juvenile Justice.

Perannya sebagai Kang Won Joong di drama hukum ini akan menandai comeback layar kacanya dalam dua tahun setelah Money Game (2020). Kang Won Joong adalah hakim kepala yang memiliki konflik batin ambisius antara yang nyata dan yang ideal.

Selain itu, deretan artis lain,  seperti Lee Jung Eun, Park Jong Hwan, Oh Min Jung, Park Ji Yun, dan Shin Jae Wi akan turut melengkapi jajaran pemeran pendukung drama Juvenile Justice ini.

4. Digarap sutradara drama Her Private Life
5 Fakta Juvenile Justice, Serial Tentang Hakim Kejahatan Remaja

Juvenile Justice merupakan karya terbaru garapan sutradara Hong Jong Chan. Hong Jong Chan adalah salah satu sutradara yang terkenal dengan karyanya yang memiliki beragam genre, mulai dari medis, romantis, komedi, hingga melodrama.

Dengan proyek terbarunya ini, dia akan merambah ke genre hukum dan kriminal. Drama terakhir yang ia sutradarai adalah Her Private Life yang tayang pada tahun 2019.

Sementara itu, beberapa karyanya yang lain adalah My Secret Hotel (2014), Dear My Friends (2016), Live Up to Your Name (2017), dan Life (2018).

5. Juvenile Justice akan tayang pada Januari 2022
5 Fakta Juvenile Justice, Serial Tentang Hakim Kejahatan Remaja

Pada 25 September 2021, Netflix menyelenggarakan acara penggemar global mereka, yaitu TUDUM. Dalam acara tersebut, Netflix mengumumkan jadwal tayang dari beberapa serial orisinal produksinya, termasuk Juvenile Justice.

Juvenile Justice diumumkan untuk dirilis secara global di Netflix pada Januari 2022 mendatang. Namun, hingga saat ini masih belum ada informasi tentang tanggal tayangnya secara pasti.

Juvenile Justice adalah drama yang dibintangi artis kenamaan Korea Selatan. Selain itu, serial ini juga akan mengangkat isu sosial tentang pengabaian masyarakat terhadap semakin parahnya kenakalan remaja. Siap menambahkan drama ini ke list tontonan kamu?

Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma dalam masyarakat, pelanggaran status, maupun pelanggaran terhadap hukum pidana. Pelanggaran status seperti halnya kabur dari rumah, membolos sekolah, merokok, minum minuman keras, balap liar, dan lain sebagainya.

Pelanggaran status ini biasanya tidak tercatat secara kuantitas karena bukan termasuk pelanggaran hukum. Sedangkan yang disebut perilaku menyimpang terhadap norma antara lain seks pranikah di kalangan remaja, aborsi, dan lain sebagainya.

Menurut penelitian yang dilakukan Balitbang Departemen Sosial (2002), Hamzah (2002, Prahesti (2002), mengindikasikan bahwa kematangan emosi pada remaja yang masih labil merupakan salah satu faktor terjadinya kenakalan remaja. Tidak matangnya emosi seseorang ditandai dengan meledaknya emosi di hadapan orang lain, tidak dapat melihat situasi dengan kritis, dan memiliki reaksi emosi yang tidak stabil.

Sebaliknya matangnya emosi seseorang ditandai dengan tidak meledaknya emosi di hadapan orang lain, dapat penilaian situasi kritis dan memiliki reaksi emosi stabil dan kepercayaan diri seperti percaya pada kemampuan diri sendiri, bertindak mandiri dalam mengambil keputusan, memiliki konsep diri yang positif dan berani mengungkapkan pendapat.