Ini Dia Tanda Anak Remaja Mengalami Gangguan Stres

Ini Dia Tanda Anak Remaja Mengalami Gangguan Stres

Ini Dia Tanda Anak Remaja Mengalami Gangguan StresStress adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang tampak berbahaya atau sulit, stres membuat tubuh untuk memproduksi hormone adrenaline yang berfungsi untuk mempertahankan diri, Stres merupakan bagian dari kehidupan manusia. Seperti orang dewasa, remaja juga berjuang melawan stres. Meskipun remaja tidak perlu khawatir tentang tagihan, karier, atau masalah rumah tangga, mereka juga mengalami berbagai sumber stres.

Masalah (bahasa Inggris: problem) didefinisikan sebagai suatu pernyataan tentang keadaan yang belum sesuai dengan yang diharapkan. Bisa jadi kata yang digunakan untuk menggambarkan suatu keadaan yang bersumber dari hubungan antara dua faktor atau lebih yang menghasilkan situasi yang membingungkan. Mereka menangani masalah seperti intimidasi, tekanan teman sebaya, dan masalah akademis yang bisa sangat membuat stres. Tanpa dukungan yang tepat, remaja yang stres mungkin berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mental, masalah akademis, dan masalah kesehatan.

Jadi, penting untuk mewaspadai tanda-tanda remaja yang mengalami stres berat, agar Mama dapat melakukan penanganan yang lebih cepat. Berikut Daftar Live22 telah merangkum beberapa tanda-tanda anak remaja alami stres.

1. Sakit kepala, pegal, nyeri dan otot tegang

Stres adalah reaksi tubuh terhadap situasi berbahaya, baik ketakutan yang nyata maupun yang hanya dipikirkan. Saat anak merasa terancam, reaksi kimia terjadi di tubuh memungkinkan anak bertindak untuk mencegah cedera pada diri sendiri. Reaksi ini dikenal sebagai respon stres atau “fight-or-flight“.

Dilansir dari verywellmind.com, Stres seringkali menimbulkan keluhan kesehatan fisik seperti sakit kepala yang sering, sakit perut, dan masalah somatik lainnya mungkin merupakan tanda stres.

2. Masalah tidur

Dalam sebuah studi tahun 2018 yang diunggah pada Journal of Sleep Research, kesulitan tertidur atau tertidur dalam jangka waktu yang lama bisa menjadi tanda stres, dan ini bisa menjadi lingkaran setan. Karena remaja yang kelelahan cenderung tidak bisa mentolerir stres.

3. Masalah akademik

Tekanan untuk berprestasi lebih baik secara akademis adalah salah satu penyebab paling umum dari stres sekolah menengah bagi remaja. Remaja sering khawatir tentang banyak hal seperti menyelesaikan tugas sekolah, proyek, laporan, belajar untuk ujian dan lain-lain.

Jika nilai anak baru-baru ini menurun, atau jika kehadiran anak di kelas buruk, pertimbangkan apakah perubahan tersebut mungkin terkait dengan stres.

4. Gejala kognitif

Dilansir dari valleytutorcentre.co.za, stres pada remaja juga dapat mempengaruhi kemampuan kognitifnya seperti daya ingat. Mama mungkin berpikir bahwa anak mungkin hanya mengabaikan tugas-tugasnya karena malas atau ceroboh.

Ketika remaja memiliki banyak hal dalam pikirannya, hal itu memengaruhi kemampuannya untuk fokus pada tugas sekolah. Hal ini sering kali diterjemahkan menjadi mudah teralihkan di kelas, tidak terlibat dalam pekerjaan rumah, dan merasa putus asa untuk belajar.

5. Merasa lebih mudah tersinggung

Umumnya, remaja pada dasarnya bisa murung, tetapi remaja yang stres cenderung lebih mudah tersinggung daripada biasanya. Jika Mama memperhatikan bahwa anak menjadi mudah gelisah, mudah murung atau cemberut karena hal-hal terkecil, atau menjadi semakin frustrasi dengan sedikit ketidaknyamanan, ia mungkin sedang merasa terbebani oleh tantangan hidup.

6. Perubahan sosialisasi

Kehidupan sosial sangat penting bagi remaja, dan umumnya remaja memiliki kebutuhan yang konstan untuk diterima oleh teman sebayanya dengan berada di ‘kelompok’ populer dan berkumpul dengan teman-teman.

Menghabiskan lebih banyak waktu di kamar mereka atau kurangnya minat untuk berbicara dengan teman dapat menjadi tanda bahwa anak sedang mengalami kesulitan.

7. Perubahan negatif dalam perilaku

Masalah tingkah laku seringkali menjadi bukti ketika seorang remaja stres. Sebagai orangtua, Mama mungkin melihat masalah perilaku yang meningkat mulai dari bolos sekolah hingga melawan dan tidak menghormati orangtua, terutama jika itu bukan perilaku yang biasa dilakukan anak mama.

8. Pembicaraan negatif

Mama akan sering mendengar remaja yang stres menggunakan banyak pembicaraan negatif. Misalnya, seorang anak mungkin mengatakan hal-hal seperti, “Tidak ada yang menyukaiku,” atau “Sepertinya tidak ada yang benar.”

9. Membandingkan fisik dengan orang lain

Perubahan fisik juga bisa menjadi penyebab stres di kalangan remaja. Remaja mengalami beberapa perubahan fisik dan emosional yang dapat membuat mereka stres dan bingung.

Selain itu, tekanan berlebihan pada tubuh remaja dapat membuat anak merasa lelah dan stres secara mental.

10. Mudah khawatir

Remaja yang stres sering kali mengkhawatirkan apa pun. Ia mungkin khawatir tentang semua hal buruk yang mungkin terjadi, atau khawatir tentang bagaimana orang lain akan memandangnya. Jika anak mengungkapkan lebih banyak kekhawatiran dari biasanya, itu mungkin karena stres.

Namun, jika stres pada anak mama tampaknya mengganggu sekolah, keluarga, tanggung jawab di rumah, atau teman, mungkin sudah waktunya untuk mencari bantuan profesional.