Inilah Alasan Anak Remaja Tidak Nurut Perkataan Orangtua

Inilah Alasan Anak Remaja Tidak Nurut Perkataan Orangtua

Inilah Alasan Anak Remaja Tidak Nurut Perkataan Orangtua – Seiring berjalannya waktu, tak terasa anak semakin besar saja. Misalnya, tubuhnya terlihat semakin tinggi hingga muncul jerawat di wajahnya. Bahkan, anak kamu sudah lebih cocok dipanggil sebagai seorang remaja. Kamu bukan hanya menjadi saksi dari perubahan fisiknya, tapi juga psikisnya.

Orang tua adalah ayah dan/atau ibu seorang anak, baik melalui hubungan biologis maupun sosial. Umumnya, orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam membesarkan anak, dan panggilan ibu/ayah dapat diberikan untuk perempuan/pria yang bukan orang tua kandung (biologis) dari seseorang yang mengisi peranan ini. Secara emosional, anak remaja kamu terlihat sangat berbeda sekali. Salah satunya adalah ia menjadi kurang menurut dan bahkan menentang perkataan kamu.

Pastinya sebagai orangtua, kamu bingung kenapa ini bisa terjadi. Apalagi, si Remaja dulunya merupakan seorang penurut, tapi malah berubah menjadi seorang pembangkang. Mengapa bisa begini, ya? Apakah ada kaitannya dengan masalah hidup yang ia jalani?

1. Pola-pola menentang adalah ciri keremajaannya
1. Pola-pola menentang adalah ciri keremajaannya

Roslina Verauli, atau biasa dipanggil dengan sapaan Mbak Vera, menyebutkan bahwa masa remaja itu sebenarnya merupakan sebuah periode transisi antara masa anak-anak menuju dewasa.

Memang dalam kurun waktu tersebut, remaja sangat rentan terkena stres, depresi ataupun mengalami masalah emosional. Meski demikian, sikap remaja yang suka menentang bukan merupakan wujud dari permasalahan yang ia hadapi.

Melainkan, pola-pola menentang tersebut harus dipahami sebagai sebuah ciri dari keremajaannya. Remaja kamu butuh yang namanya pengembangan self-identity.

Ia pengin agar dirinya punya identitas sendiri yang tidak lagi ditentukan oleh orangtua.

“Itulah (aksi rebellious) ciri dari keremajaannya sebagai individu yang mulai beranjak dewasa dan akan membangun identity sendiri, nggak lagi ditentukan oleh ortu, nggak lagi sama dengan ortu,” jelas Vera.

Oleh sebab itu, kamu mungkin melihat si Remaja seolah-olah menentang ketika dinasihati atau diberitahu sesuatu. Padahal, ini merupakan sebuah tanda di mana ia ingin menjadi pribadi yang tak perlu terlalu diatur oleh orangtuanya lagi.

2. Otak anak sedang mengalami perkembangan
2. Otak anak sedang mengalami perkembangan

Perilaku tidak menurut remaja mama juga ada hubungannya dengan perkembangan otaknya, lho. Lebih tepatnya, bagian prefrontal cortex otak sedang berkembang di masa anak menuju pendewasaan.

Memangnya apa fungsi prefrontal cortex itu?

Jadi, bagian tersebut secara khusus berperan sebagai pusat berpikir dan penilaian. Area otak tersebut jugalah yang membantunya dalam memunculkan ide-ide cemerlang.

Bukan cuma ide saja sebenarnya, argumen dalam sebuah perdebatan juga lahir dari prefrontal cortex tersebut. Karena masih dalam tahap perkembangan, maka bagian tersebut perlu senantiasa diasah.

Nah, untuk melakukannya, remaja kamu umumnya akan ‘berlatih’ dengan kamu sendiri. Itulah mengapa dirinya acap kali mendebat ucapan kamu.

Jadi harus diingat anak remaja tidak menurut atau suka melawan orangtua itu bukan karena stres atau hal lain, melainkan disebabkan oleh otak anak yang sedang berkembang ya.