Inilah Penyebab Anak Remaja Suka Melawan dengan Orangtua

Inilah Penyebab Anak Remaja Suka Melawan dengan Orangtua

Inilah Penyebab Anak Remaja Suka Melawan dengan Orangtua – Orangtua memiliki masing-masing aturan dalam menerapkan pola asuh. Sebagian menerapkan pola asuh otoriter. Saat anak mama sudah memasuki usia remaja, maka akan ada banyak perubahan pada diri anak. Selain terjadi perubahan fisik, kepribadian anak juga dapat mengalami perubahan.

Meski anak berhasil mencapai standar yang tinggi sesuai apa yang diminta orangtua, penghargaan atau bahkan ucapan selamat pun bisa dinilai kurang. Maka bukan hal yang mengerankan jika Mama juga melihat adanya sifat-sifat baru yang mungkin muncul selama masa peralihannya menuju dewasa.

Perubahan yang dialami anak ketika remaja bisa ke arah positif atau negatif, dan yang negatif umumnya membuat remaja jadi lebih tertutup atau sering melawan dan membangkang pada orangtua. Ada banyak hal yang bisa memicu timbulnya sifat pembangkang pada anak selama remaja, dan berikut  lima penyebab anak remaja suka melawan orangtuanya.

1. Terlalu protektif dan memperlakukan remaja masih seperti anak kecil
1. Terlalu protektif memperlakukan remaja masih seperti anak kecil

Penyebab pertama dari munculnya sifat pembangkang atau melawan pada anak remaja bisa disebabkan karena sikap orangtua yang terlalu protektif kepadanya.

Menjaganya terlalu ketat dan menerapkan banyak aturan bisa membuat anak jadi merasa terkekang, sehingga perlahan-lahan rasa terkekang itu pun memicu timbulnya keinginan untuk membangkang demi mendapatkan kebebasan.

Ketika orangtua memberikan aturan yang ketat, dapat membuat remaja merasa seperti dianggap masih kecil, dan ini melukai harga dirinya. Hal ini yang kemudian membuat anak membangkang untuk menunjukkan bahwa ia bukanlah anak kecil yang bisa diatur-atur lagi.

2. Terjebak dalam pergaulan yang salah
2. Terjebak dalam pergaulan salah

Hal kedua yang menyebabkan timbulnya sifat melawan pada anak remaja juga bisa jadi merupakan dampak dari pergaulan baru yang memengaruhinya.

Lingkungan sosial yang semakin luas di usia remaja, tak menutup kemunginkan anak bertemu dengan teman baru dan masuk ke dalam lingkaran pergaulan yang salah, sehingga ia terkena pengaruh buruk.

Karena jika anak sampai terjebak dalam pergaulan buruk, bisa-bisa sifat melawannya ini malah mengakar ke dalam dirinya dan ia pun jadi tidak menghormati orangtua lagi.

3. Kurangnya komunikasi dengan anak
3. Kurang komunikasi anak

Terlepas dari berapa pun umur seorang anak, komunikasi dengan orangtua sangatlah penting untuk mengontrol perkembangan pribadinya, terutama saat anak memasuki usia remaja.

Hal ini juga bisa menjadi salah satu sebab remaja memiliki sifat melawan, karena kurangnya komunikasi dengan orangtua, sehingga membuatnya merasa tidak dimengerti.

Orangtua yang tidak mengikuti perkembangan anak, cenderung menuntut anak untuk mengikuti pandangannya yang lama. Padahal anak sedang mengembangkan pola pikir dan pemahamannya tentang dunia modern yang ia jalani saat ini.

4. Dipengaruhi oleh emosi yang tak stabil
4. Dipengaruhi oleh emosi tak stabil

Penyebab sifat melawan pada anak remaja lainnya adalah, ia dipengaruhi oleh emosionalnya yang tidak stabil di masa pubertas.

Seperti Mama tahu bahwa masa pubertas merupakan sebuah periode di mana seorang anak cenderung merasa kesulitan mengontrol emosinya, mudah terpengaruh, lebih sensitif, dan ini baru akan terkendali ketika ia sudah benar-benar dewasa.

Jika hal ini adalah penyebab remaja melawan orangtuanya, maka yang harus Mama lakukan adalah bersikap sabar namun tegas dalam memberikan bimbingan.

Memberikannya pemahaman dan edukasi tentang cara mengontrol emosi, dan memahami emosinya sendiri dapat membantu anak agar sifat pembangkangnya tidak berlarut-larut dan mencegahnya mengakar kuat dalam diri.

5. Merasa tertekan akibat banyaknya tuntutan yang diberikan
5. Merasa tertekan akibat banyak tuntutan diberikan

Timbulnya sifat pembangkang pada remaja juga bisa disebabkan dari perasaan tertekan karena banyaknya tuntutan yang diberikan kepadanya.

Ekspektasi orangtua yang terlalu tinggi, serta tuntutan sekolah atau lingkungan sekitar, dapat membuat anak harus mengatur dirinya agar terlihat sempurna. Hingga lama kelamaan bisa membuatnya stres dan berakhir membangkang.

Itulah mengapa Mama pun juga harus sadar dalam memberikan tuntutan pada anak, karena masa remaja adalah masa dimana mentalnya sangat rentan dan tidak stabil.

Jika anak merasa tidak sanggup menanggung beban, maka pada saat itulah timbul sifat melawan agar ia bisa bebas dari segala beban.