Inilah Perilaku Anak Remaja yang Membuat Orangtua Stres

Inilah Perilaku Anak Remaja yang Membuat Orangtua Stres

Inilah Perilaku Anak Remaja yang Membuat Orangtua Stres – Perilaku manusia adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia dan dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan, persuasi, dan/atau genetika. Masa remaja sejatinya adalah transisi dari anak-anak menuju dewasa. Oleh karena itu, gak heran bila terjadi perubahan drastis dalam perilakumu. 

Perilaku seseorang dikelompokkan ke dalam perilaku wajar, perilaku dapat diterima, perilaku aneh, dan perilaku menyimpang. Sekalipun secara emosional kamu belum matang layaknya orang dewasa, kamu jelas gak mau lagi dianggap masih kecil, kan?

Perilaku tidak boleh disalahartikan sebagai perilaku sosial, yang merupakan suatu tindakan dengan tingkat lebih tinggi, karena perilaku sosial adalah perilaku yang secara khusus ditujukan kepada orang lain. Dan, di masa transisi ini, Dirangkum dari idn poker apk dari  perilakumu kerap membuat orangtua bingung bagaimana harus menyikapinya. Lima perilaku di bawah ini, misalnya. Ayo, mana saja yang kerap kamu lakukan?

1. Bersikap semaunya sendiri dan tidak sopan
Beranjak Remaja, 5 Sikapmu Ini Bikin Orangtua Pusing Tujuh Keliling

Meski usia masih belasan tahun, kamu merasa sudah gak kalah dari orang dewasa. Kamu berpikir telah mampu mengatur hidupmu sendiri, sehingga kerap membantah aturan yang dibuat orang lain.

Tak terkecuali aturan orangtua terkait perilaku yang sopan. Saat ditegur oleh orangtua seperti dalam ilustrasi, kamu kadang menyahut dengan ketus, “Terserah aku dong, suka-suka aku!”

Eits, jangan begini sama orangtua, ya! Beli boba aja masih pakai duit orangtua, kan? Pun jangan sampai kebiasaan bersikap semaunya sendiri dan tidak sopan telanjur menjadi bagian dari dirimu.

2. Terobsesi untuk membuat orangtuamu lebih modis
Beranjak Remaja, 5 Sikapmu Ini Bikin Orangtua Pusing Tujuh Keliling

Ini juga bikin orangtua pusing, tetapi bukan dalam arti yang negatif. Orangtua cuma merasa malu saja kalau harus menuruti semua keinginanmu untuk mengubah penampilan mereka biar lebih kekinian.

Di satu sisi, kadang kamu seperti mengabaikan usia mereka yang gak lagi muda. Namun di sisi lain, mereka juga mengerti bahwa kamu cuma ingin orangtua tampil gaul. Biar gak malu-maluin waktu jalan bareng.

Yah, keinginanmu itu dikomunikasikan secara baik-baik saja dengan mereka. Pikirkan bagaimana caranya membuat orangtua lebih kece tanpa berisiko diolok-olok tetangga atau teman kantor. Nanti orangtuamu dibilang gak malu sama umur, kasihan, kan?

3. Susah banget mengakui ‘kenakalan’ yang kamu lakukan
Beranjak Remaja, 5 Sikapmu Ini Bikin Orangtua Pusing Tujuh Keliling

Kenakalan di sini gak selalu berarti perbuatan yang buruk banget, seperti tawuran atau mengonsumsi obat-obatan terlarang. Bisa juga kenakalan-kenakalan kecil khas remaja.

Contoh, bilang sama guru mau ke toilet, ternyata nongkrong duluan di kantin, mumpung murid yang lain belum keluar. Atau di masa pandemik begini, bilangnya kuota habis buat kelas daring, ternyata cuma buat nge-game.

Kamu baru akan mengakuinya jika orangtuamu sudah punya bukti yang tak terbantahkan. Terus kamu berusaha buat baik-baikin orangtua biar mendapatkan maaf, kan?

4. Udah hobi pulang telat, gak mau jujur juga soal pergi ke mana dan sama siapa
Beranjak Remaja, 5 Sikapmu Ini Bikin Orangtua Pusing Tujuh Keliling

Kamu pulang terlambat saja sudah bikin orangtuamu khawatir. Takutnya, terjadi apa-apa padamu saat dalam perjalanan pulang. Pun kamu gak bilang apa-apa sebelumnya.

Bahkan jika kamu sudah bilang bakal pulang telat, kamu pasti jadi sensitif bila orangtua bertanya memangnya kamu mau ke mana, ngapain, dan dengan siapa. Bagimu, mereka kepo abis!

Padahal, orangtuamu memang perlu tahu soal itu karena kamu masih di bawah umur. Kalau terjadi apa pun padamu, orangtualah yang harus bertanggung jawab.

5. Ogah-ogahan diajak bertemu keluarga besar
Beranjak Remaja, 5 Sikapmu Ini Bikin Orangtua Pusing Tujuh Keliling

Siapa, nih, yang paling malas saban diajak mengunjungi rumah kakek dan nenek? Kamu merasa gak ada asyik-asyiknya berkumpul dengan keluarga besar terutama yang generasi old.

Kamu gak tahu mau ngobrolin apa sama mereka. Paling mereka cuma bertanya soal sekolah, terus dilanjutkan nasihat yang panjang banget. Atau malah kamu cuma jadi pendengar obrolan mereka?

Memang kadang bikin mati gaya, sih. Kamu seketika membayangkan betapa asyiknya kalau bersama teman-temanmu saja. Akan tetapi ingat, di mana-mana kakek dan nenek biasanya lebih kangen sama cucunya ketimbang anaknya.

Apa salahnya bikin mereka senang sekali dalam sepekan atau bahkan sebulan? Kamu bisa bertemu teman-temanmu kapanpun, karena mereka masih muda dan bertenaga. Sedangkan kakek atau nenekmu sudah menua, dan kamu hanya mengunjunginya beberapa kali saja. Jadi tidak ada salahnya untuk bertandang dan berkangen ria dengan mereka, kan.