Kebiasaan yang Anak Remaja Buat untuk Jaga Kebersihan Diri

Kebiasaan yang Anak Remaja Buat untuk Jaga Kebersihan Diri

Kebiasaan yang Anak Remaja Buat untuk Jaga Kebersihan Diri – Kebersihan adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk di antaranya, debu, sampah, dan bau. Di zaman modern, setelah Louis Pasteur menemukan proses penularan penyakit atau infeksi disebabkan oleh mikrob, Mengajar remaja tentang kebersihan yang baik cenderung menjadi satu bagian pengajaran yang perlu orangtua lakukan. Karena menjaga kebersihan tak hanya sekadar mandi dan mengganti pakaian saja lho! Ada banyak yang perlu anak tahu untuk menjaga kebersihan tubuhnya.

Kebersihan adalah salah satu tanda dari keadaan hygene yang baik. Manusia perlu menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri agar sihat, tidak berbau, tidak malu, tidak menyebarkan kotoran, Kebersihan pada dasarnya adalah bagaimana kita menjaga kebersihan tubuh kita.

Praktik kebersihan memberikan dua fungsi dasar, yaitu membantu anak menjadi sehat, dan menghindari dari kuman yang berbahaya dan dapat menyebabkan penyakit. Berikut panduan tentang kebiasaan apa yang perlu remaja terapkan untuk menjaga kebersihan yang sehat dan bagaimana menanamkannya ke dalam rutinitas harian anak sehari-hari.

1. Mandi dan menggunakan deodoran
1. Mandi menggunakan deodoran

Jika anak memiliki kulit atau rambut berminyak dan/atau menekuni olahraga yang teratur dan penuh semangat, mandi setiap hari diperlukan.

Namun hindari terlalu banyak mandi, karena dapat menghilangkan minyak pelindung alami kulit, sehingga mandilah dua kali sehari, sebelum melakukan aktivitas pagi hari dan setelah melakukan aktivitas, di sore hari.

Ingatlah untuk harus berhati-hati dalam menggunakan antiperspiran secara berlebihan, karena dapat menyumbat kelenjar keringat di bawah lengan, yang menyebabkan benjolan menyakitkan yang mungkin perlu diperiksa dan dirawat oleh dokter.

2. Menjaga kebersihan gigi dengan baik
2. Menjaga kebersihan gigi baik

Kebersihan gigi yang baik akan membantu mencegah berbagai penyakit. Menyikat gigi menghilangkan beberapa bakteri umum yang dapat menyebabkan bau mulut.

Menghilangkan bakteri ini juga membantu mengurangi risiko berbagai penyakit dan kondisi, termasuk gingivitis (infeksi atau radang pada gusi) dan gigi berlubang.

Menariknya, sebuah penelitian di tahun 2018 dalam jurnal European Journal of Preventive Cardiology, mengaitkan bagaimana flossing setiap hari bahkan dapat meningkatkan masa hidup manusia, karena mampu menghilangkan bakteri berbahaya yang menyebabkan penyakit jantung.

Ini menjadi alasan tepat bagi semua kalangan usia untuk menggunakan benang gigi.

3. Bercukur
3. Bercukur

Sekitar masa pubertas (atau terkadang lebih awal), remaja mungkin memutuskan untuk mulai mencukur bulu kaki, ketiak, area kemaluan, dan wajah.

Maka itu, penting sekali bagi orangtua untuk mulai mengajari anak tentang teknik yang tepat untuk menggunakan pisau cukur atau pisau cukur listrik dengan aman.

Pastikan untuk menggunakan pisau cukur yang bersih dan sabun yang cukup (atau krim cukur) dan air akan mengurangi kemungkinan iritasi. Bercukur atau tidak adalah pilihan pribadi dan bukan cerminan kebersihan.

4. Perawatan diri dasar yang berlaku sesuai usia anak
4. Perawatan diri dasar berlaku sesuai usia anak

Ada banyak pilihan bagi remaja untuk memulai perawatan diri. Beberapa di antaranya opsional, tetapi yang lain lebih tentang kesehatan.

Misalnya, Mama mungkin perlu berbicara dengan anak remaja tentang menata rambut, mencabut alis, memotong (atau mengecat) kuku, mencuci muka, perawatan wajah berdasarkan permasalahan kulit, dan memakai riasan.

Ajari anak dasar-dasar kebiasaan perawatan apa pun yang berlaku untuk usianya.

Mengganti pakaian setiap hari (atau saat kotor, berkeringat, atau bernoda) dan mencuci pakaian juga berperan dalam kebersihan yang sehat. Menjaga kamar mereka tetap rapi dan tempat tidur adalah kebiasaan yang baik untuk dilakukan juga.

5. Menggunakan produk kebersihan saat anak remaja perempuan menstruasi
5. Menggunakan produk kebersihan saat anak remaja perempuan menstruasi

Untuk anak remaja perempuan yang sedang menstruasi, pastikan untuk menginstruksikannya tentang penggunaan yang tepat dari produk kebersihan, seperti tampon, pembalut, atau cangkir menstruasi (menstrual cup).

Belajar melacak siklus menstruasi juga dapat membantu remaja mengetahui kapan harus menunggu menstruasi, dan menghindari ketidaksiapan untuk menghadapi pendarahan.

Celana dalam menstruasi adalah pilihan lain yang dapat membantu anak tetap kering dan bersih, terutama jika siklus menstruasi anak cukup banyak.

6. Cara merawat cedera dasar
6. Cara merawat cedera dasar

Penting juga lho bagi remaja untuk belajar tentang perawatan cedera dasar, karena ini juga merupakan bagian dari kebersihan yang sehat.

Misalnya pastikan anak tahu cara merawat luka dengan benar, termasuk mencucinya dengan air antiseptik, menggunakan salep antibiotik, dan menutupi luka dengan perban steril. Ini juga termasuk mengetahui kapan harus mengganti perban.

Mengetahui kapan harus meminta bantuan, atau menghubungi dokter juga penting.

7. Masalah kebersihan lainnya
7. Masalah kebersihan lainnya

Perawatan lensa kontak, menjaga kebersihan kacamata, kebersihan kawat gigi atau retainer, dan langkah-langkah kebersihan lainnya yang diperlukan juga merupakan area penting untuk didiskusikan dengan anak, sesuai kebutuhan.

Masalah kebersihan lain yang dimiliki beberapa remaja adalah menggigit kuku. Sehingga bantu anak remaja memahami mengapa kebiasaan ini tidak sehat, termasuk bahaya menelan kuman dari jari dan potensi kerusakan pada kuku dan kulit sekitar kuku yang dapat terinfeksi.