Beberapa Pola Makan yang Salah Pada Anak Remaja

Beberapa Pola Makan yang Salah Pada Anak Remaja

Beberapa Pola Makan yang Salah Pada Anak Remaja – Asupan Referensi Diet (Dietary Reference Intake, DRI) adalah sistem rekomendasi gizi dari Institute of Medicine (IOM), National Academies (United States). Proses pertumbuhan dan perkembangan anak remaja tetap perlu diperhatikan dengan baik, salah satunya kebutuhan gizi mereka.

Baik makanan atau minuman yang dikonsumsi perlu mengandung nutrisi yang seimbang, sehingga bisa menjaga kesehatannya selama menjalani berbagai aktivitas. Kebutuhan gizi anak remaja yang tidak terpenuhi dengan baik hanya akan meningkatkan risiko malnutrisi. Walau si Anak sudah beranjak remaja, namun Mama perlu memahami bahwa ada pola perilaku makan yang salah.

Nilai DRI berbeda dari yang digunakan dalam pelabelan gizi pada produk makanan dan suplemen makanan di AS dan Kanada. Apalagi jika anak-anak tidak diperhatikan asupan gizinya atau sedang mengikuti tren gaya hidup yang salah.  Jika Mama ingin mengetahui beberapa perilaku pola makan yang salah pada anak remaja, kali ini idn poker apk telah merangkumnya.

1. Melakukan diet ketat tanpa pendampingan ahli gizi 
1. Melakukan diet ketat tanpa pendampingan ahli gizi 

Salah satu perilaku pola makan yang salah pada anak remaja bisa terjadi karena menerapkan diet. Diet ketat tanpa pendampingan ahli gizi justru akan berbahaya untuk perkembangan dan pertumbuhan anak remaja.

Selain itu, anak-anak yang tidak didampingi oleh ahli gizi ketika sedang melakukan diet tidak mengetahui cukup informasi. Melakukan diet yang ekstrem atau terkesan sembarangan bisa membahayakan kondisi tubuh.

Diet ketat tanpa pendampingan akan membentuk perilaku pola makan yang salah pada anak-anak nih.

2. Meal skipping, kebiasaan buruk saat meninggalkan waktu sarapan
2. Meal skipping, kebiasaan buruk saat meninggalkan waktu sarapan

Perilaku pola makan yang salah pada anak remaja lainnya, yakni meal skipping.

Meal skipping adalah kebiasaan seseorang untuk melewatkan waktu makan setiap harinya secara segaja dengan tujuan tertentu. Kebiasaan ini paling sering dilakukan ketika mereka melewati waktu makan pagi atau sarapan.

Perlu kamu ketahui bahwa pemicu kebiasaan meal skipping ini dipicu oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Menjalani aktivitas yang padat hingga lupa untuk sarapan.
  • Kebiasaan yang bersumber dari keluarga, sehingga anak-anak akan mengikutinya.
  • Kebiasaan ngemil terlalu berlebihan, sehingga sering sekali meninggalkan waktu untuk sarapan.

Selain itu, apabila perilaku pola makan yang buruk ini terus berlangsung justru akan berpotensi menyebabkan defisiensi berbagai zat gizi dan memicu obesitas sentral. Fungsi organ tubuh si Anak pun akan mengalami gangguan terutama pada bagian jantung, hati dan ginjal.

3. Terlalu banyak mengonsumsi jenis makanan yang tidak sehat
3. Terlalu banyak mengonsumsi jenis makanan tidak sehat

Pola makan yang tidak sehat seringkali diterapkan oleh anak-anak remaja. Tak jarang, si Anak hanya ingin mengonsumsi jenis makanan yang menjadi favoritnya saja tanpa memiliki nilai gizi.

Banyak mengonsumsi tinggi lemak dan garam akan menimbulkan permasalahan gizi, apalagi disertai dengan terlalu sering meminum soda yang memiliki kandungan gula tinggi.

Demi mengurangi berbagai risiko penyakit, kamu perlu memperbaiki pola makan anak-anak menjadi lebih sehat. Mulailah mengonsumsi sayuran dan buah agar ada banyak nutrisi yang berguna untuk kesehatan tubuh.

4. Terobsesi memiliki tubuh yang kurus
4. Terobsesi memiliki tubuh kurus

Terobsesi memiliki tubuh yang kurus bisa menyebabkan terbentuknya perilaku pola makan menyimpang pada anak remaja.

Anoreksia nervosa yang bisa saja dialami oleh anak-anak sebagai salah satu gangguan makan. Hal ini dikarenakan si Anak memiliki obsesi untuk tetap kurus dan ingin memiliki bentuk tubuh yang ideal.

Jika anak kamu memiliki gejala anoreksia nervosa, usahakan untuk memberikan pengarahan yang tepat. Diharapkan gangguan terkait persepsi pada bentuk tubuh ini tidak membuat kesehatannya semakin menurun.

5. Kebiasaan memuntahkan makanan yang baru dikonsumsi agar berat badan tidak bertambah
5. Kebiasaan memuntahkan makanan baru dikonsumsi agar berat badan tidak bertambah

Selanjutnya, anak remaja perempuan yang ingin kurus memiliki kebiasaan buruk dengan memuntahkan makanan mereka. Kebiasaan ini terjadi ketika mereka baru saja mengonsumsi makanan, namun setelah itu berusaha untuk memuntahkannya kembali karena tidak ingin gemuk.

Ketidakinginan memiliki berat badan berlebih ini menjadi faktor pemicu gangguan makan yang disebut dengan istilah bulimia.

Bulimia termasuk dalam kategori eating disorders di mana sangat berbahaya dan berpotensi menganggu kesehatan.

Bulimia pun dapat menyebabkan risiko infeksi saluran cerna. Hal ini dikarenakan ketika seringkali memuntahkan makanan yang baru saja dikonsumsi.

Selain itu, bulimia dapat menganggu fungsi organ tubuh mulai dari fungsi jantung, ginjal dan hati.