Remaja Australia Menuntut Agar Tambang Batu Bara Dihentikan

Remaja Australia Menuntut Agar Tambang Batu Bara Dihentikan

Remaja Australia Menuntut Agar Tambang Batu Bara Dihentikan – Australia  adalah sebuah benua yang terdiri dari (dalam kelompok ukuran) tanah daratan Australia, Papua Nugini, Tasmania, dan beberapa pulau terdekat, yang berada di landas kontinen yang sama. Pada hari Selasa, 2 Maret pemerintah Australia akan menjalani persidangan di Pengadilan Federal Melbourne.

Sidang tersebut merupakan tuntutan dari para remaja Australia yang mendesak untuk pemerintah menghentikan proyek pertambangan batu bara besar 430 kilometer barat laut Sydney.Tuntutan tersebut merupakan gugatan perwakilan kelompok pertama yang dilakukan para remaja Australia atas nama kaum muda di seluruh dunia.

Sidang akan dihadiri Club388 Indonesia delapan remaja Australia dan diperkirakan sidang akan berlangsung selama lima hari.

1. Salah satu pemicu tuntutan adalah kebakaran yang melanda Australia
Remaja Australia Tuntut Pemerintah Hentikan Tambang Batu Bara

Melansir dari VOA News, tindakan untuk membawa pemerintah ke pengadilan atas penambangan batu bara salah satunya dipicu oleh kebakaran hutan Black Summer yang terjadi dari pertengahan 2019, yang merupakan tahun terkering dan terpanas di Australia, hingga Maret 2020. Kebakaran tersebut merupakan paling intens yang pernah didokumentasikan di Australia .

Para remaja yang membawa pemerintah ke pengadilan meminta Menteri Lingkungan Hidup Sussan Ley memiliki kewajiban untuk melindungi mereka dari pemanasan global. Mereka berpendapat perluasan penambangan batu bara di negara bagian New South Wales akan memperburuk perubahan iklim dan membahayakan masa depan mereka.

Melansir dari The Guardian,  pemohon utama kasus ini adalah Anj Sharma, seorang siswa berusia 16 tahun. Aksinya dimulai dari perannya membantu mengatur pemogokan sekolah yang terinspirasi Greta Thunberg, dalam menentang kegiatan yang mempengaruhi iklim pada September 2019, ketika sekitar 100.000 orang berbaris di ibu kota Victoria.

Anj Sharma menyatakan bahwa mereka memiliki cerita yang pribadi dalam kasus perubahan iklim yang mendasari tuntutan ini, berikut penyampainnya. “Keputusan yang mereka buat saat ini akan berdampak pada kami di masa depan. Kami adalah orang-orang yang harus hidup dengan keputusan, kami harus membesarkan generasi berikutnya di bawah keputusan itu, dan kami hanya menginginkan masa depan yang dijamin aman bagi kami. Mereka benar-benar memiliki kewajiban untuk menjaga kita,” katanya kepada The Guardian.

2. Gugatan perubahan iklim terhadap pemerintah

Melansir dari The Guardian, tindakan Belanda pada 2015 yang mendukung bahwa pemerintah punya kewajiban eksplisit untuk melindungi hak asasi warganya dalam menghadapi perubahan iklim, dan harus mengurangi emisinya setidaknya 25 persen pada akhir tahun 2020 dibandingkan dengan tingkat tahun 1990.

Pada awal Maret pengadilan Paris menghum Prancis karena tidak memenuhi janjinya untuk mengatasi emisi gas rumah kaca. Ada empat kelompok lingkungan yang mengajukan kasus ini, yang didukung oleh petisi yang ditandatangani oleh 2,3 juta orang.

Dalam kasus hukum iklim yang berlaku di Australia dapat secara bebas dibagi menjadi dua kategori, kasus yang bertujuan sebagai upaya menghentikan atau membatalkan persetujuan perencanaan pengembangan bahan bakar fosil melalui cara hukum tradisional, dan kasus yang mencoba untuk membuka jalan baru.

Dengan adanya tuntutan terhadap pemerintah diharapkan dapat memenuhi sesuai dengan perjanjian Paris yang berusaha mengurangi emisi global.

3. Batu bara salah satu ekspor terbesar Australia
Remaja Australia Tuntut Pemerintah Hentikan Tambang Batu BaraIlustrasi protes perubahan iklim yang disebabkan pengunaan energi dari batu bara. Sumber:unplash.com/Markus Spiske

Melansir dari Reuters, tambang batu bara Vickery merupakan tambang yang menghasilkan sebagian besar batu bara metalurgi, yang digunakan dalam pembuatan baja serta beberapa batu bara termal bermutu lebih tinggi dan sedang menunggu persetujuan akhir dari menteri. Proyek tambang batu bara tersebut akan menciptakan 450 pekerjaan berkelanjutan selama operasi dengan keuntungan ekonomi bersih negara diperkirakan mencapai 1,2 miliar dolar Australia atau setara dengan Rp13,4 triliun.

Batu bara adalah ekspor sumber daya paling berharga kedua di Australia, yang menurut pemerintah hingga tahun keuangan Juni nilainya mencapai 37 miliar dolar Australia atau setara dengan Rp414 triliun.

Masalah perubahan iklim telah menjadi isu yang serius di Australia,  yang harus menghadapi salah satu penghasil emisi karbon per kapita terbesar di dunia. Pihak yang memenangkan pemilihan berturut-turut dengan telah mendukung sektor bahan bakar fosil yang dominan di Australia.

Berharganya batu bara terhadap perekonomian Australia membuat tuntutan yang diajukan kepada pemerintah akan sulit dimenangkan.