Seorang Remaja Lamongan Habis Dikeroyok 5 Orang Tak Dikenal

Seorang Remaja Lamongan Habis Dikeroyok 5 Orang Tak Dikenal

Seorang Remaja Lamongan Habis Dikeroyok 5 Orang Tak Dikenal – Aksi pengeroyokan menimpa seorang pemain futsal di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Korban bernama M. Suryo Bagus Dwi Prasetyo (17) tiba-tiba dituduh main kasar saat pertandingan futsal. Korban yang membantah pun langsung dianiaya hingga babak belur.

Korban penganiayaan tersebut adalah salah satu pemain tim Simbatan dan pelakunya diduga adalah pemain tim Boranan saat mereka berlaga di Sport Center Lamongan. Seorang remaja berinisial BS (17) warga Desa Simbatan, Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan babak belur usai dikeroyok 5 orang yang tak dikenal.
Penganiayaan berawal saat korban berangkat dari rumah menuju Sport Center untuk mengikuti pertandingan futsal bersama Tim Simbatan melawan Tim Boranan. Dirangkum dari idn poker apk Peristiwa pengeroyokan itu terjadi di halaman Sport Center Lamongan, Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Sukomulyo, Lamongan, Minggu 25 Juli 2021, kemarin.

1. Korban awalnya didatangi dua orang pelaku

12 Remaja Bengal Lamongan, Jadi Preman Jalanan, Nekat Keroyok Polisi -  Suara Jatim

Saat itu, korban BS yang beristirahat karena baru saja bermain futsal tiba-tiba didatangi oleh dua remaja yang tak dikenal. Korban kemudian dituduh bermain kasar saat melawan tim dari dua orang pelaku penganiayaan dan BS saat itu berusaha menjelaskan kepada kedua pelaku.
“Namun karena kedua pelaku yang sudah tersulut emosi kemudian memukul wajah dan kepala korban mengunakan sebuah helem,” kata Kasubag Humas Polres Lamongan Iptu Estu Kuwindardi, Senin (26/7/2021).
2. Korban mengalami luka di bagian kepala akibat dipukul mengunakan helm
Remaja di Lamongan Babak Belur Dikeroyok Usai Main Futsal
Tak hanya itu saja, tiga rekan pelaku yang datang menghampiri korban juga memukuli BS di bagian dada dan perut. Korban juga mengalami luka memar di bagian kepala dan wajah karena pukulan. Korban pun akhirnya melaporkan kasus penganiyaan tersebut ke polisi.
“Kasusnya saat ini sedang ditangani satreskrim Polres Lamongan dan polisi sendiri saat ini masih memburu para pelaku dan memeriksa korban dan dua orang saksi,” jelasnya.
3. Korban yang tak terima dianiaya kemudian melaporkan kasus ini ke polisi
Tak Terima Dianiaya, Korban Lapor Polisi – Deklarasinews
Sebelum peristiwa penganiayaan tersebut terjadi korban yang membela tim futsal Simbatan mengaku telah bermain baik saat melawan tim futsal Boranan yang dibela oleh lima pelaku penganiayaan tersebut. Kedua saksi yang juga rekan korban yang bernama Sandi dan Ridho juga sudah menjelaskan kepada ke lima pelaku. Namun hal itu tak juga membuat emosi mereka mereda.
“Usai penganiayaan pada pukul 11.30 itu juga korban dan rekannya langsung melaporkan kasus ini ke polisi,” pungkasnya.