Seorang Remaja Putri Dikeroyok 7 Cewek ABG Cuma Karena Cowok

Seorang Remaja Putri Dikeroyok 7 Cewek ABG Cuma Karena Cowok

Seorang Remaja Putri Dikeroyok 7 Cewek ABG Cuma Karena Cowok – Kenakalan remaja (juvenile delinquency) adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak ke dewasa. Kenakalan Remaja merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial yang pada akhirnya menyebabkan perilaku menyimpang.

Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma dalam masyarakat, pelanggaran status, maupun pelanggaran terhadap hukum pidana. Pelanggaran status seperti halnya kabur dari rumah, membolos sekolah, merokok, minum minuman keras, balap liar, dan lain sebagainya. Pelanggaran status ini biasanya tidak tercatat secara kuantitas karena bukan termasuk pelanggaran hukum.

Sedangkan yang disebut perilaku menyimpang terhadap norma antara lain pokervit mobile seks pranikah di kalangan remaja, aborsi, dan lain sebagainya. Tujuh ABG  nekat mengeroyok seorang remaja putri berusia 17 tahun, RD. Aksi  pengeroyokan dan perudungan terhadap korban terjadi dipicu masalah cemburu dengan seorang kekasih. Kasus pengeroyokan dan perudungan yang dipicu rebutan cowok ini berakhir di kantor polisi.

Pelaku Berjumlah 7 Orang Cewek ABG

Bullying and Cyberbullying - HelpGuide.org

Tujuh pelaku sudah diamankan oleh pihak kepolisian. RD merupakan warga Lingkungan Dano Lama, Kelurahan Kota Kaler, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Tak cuma dikeroyok, RD juga menjadi  korban perundungan oleh tujuh ABG tersebut. Video aksi tujuh ABG  mengeroyok RD pun viral di media sosial.

Dikutip dari TribunJabar, aksi tujuh ABG mengeroyok satu remaja itu terjadi di Dusun Cinunuk RT 02/05 Desa Mulyasari, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang. Kejadian pilu tersebut terjadi pada Rabu (30/6/2021). Detail aksi pengeroyokan tujuh ABG terhadap seorang remaja pun diurai Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Yanto Selamet.

“Kejadiannya di rumah salah satu pelaku pada Rabu (30/6/2021). Para pelaku sudah diamankan dan diperiksa di Mapolres Sumedang,” kata AKP Yanto Selamet saat dihubungi TribunJabar.id melalui sambungan seluler, Jumat (2/6/2021).

Yanto mengatakan, lima dari tujuh pelaku perundungan dan pengeroyokan tersebut diketahui masih berusia di bawah umur. Yakni SN (16), RP(17), DM (18), RA (15), SA (16), NK (18), dan PN (17).Sementara dua pelaku lainnya yakni DM (18) dan NK (18) sudah berusia dewasa.

“Lima pelaku masih berusia di bawah umur, dan dua orang pelaku lagi sudah berusia dewasa,” ucap AKP Yanto.

Akibat kejadian tersebut, kata Yanto, korban mengalami nasib mengenaskan.

Berdasarkan hasil visum, korban mengalami luka memar pada bagian wajah.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, lima pelaku yang masih di bawah umur ada jaminan dari orangtuanya, dan dua orang pelaku lainnya proses hukumnya dilanjutkan,” tutur AKP Yanto.

Kronologi

Tujuh gadis remaja di Sumedang diduga telah melakukan perundungan dan pengeroyokan kepada anak baru gede (ABG) berinisial PR, di Desa Mulyasari, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang.
Tujuh gadis remaja di Sumedang diduga telah melakukan perundungan dan pengeroyokan kepada anak baru gede (ABG) berinisial PR, di Desa Mulyasari, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang. (Humas Polres Sumedang)

Aksi pengeroyokan yang dilakukan tujuh ABG itu terjadi di rumah salah satu pelaku. Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Yanto Selamet mengatakan, kejadian itu beawal saat para pelaku SN (16), RP(17), DM (18), RA (15), SA (16), NK (18), dan PN (17), berkumpul di rumah pelaku SN dengan maksud untuk merencanakan menjebak korban untuk datang ke rumah SN.

Kemudian, pelaku RP menyuruh SN untuk mengajak korban ke rumahnya melalui pesan singkat. Disuruh datang oleh SN, korban yakni RD pun tak menolaknya.

Padahal kala itu, SN sudah janjian dengan enam temannya untuk mengeroyok RD. “Korban akhirnya bersedia datang ke rumahnya SN, lalu SN berkomunikasi dengan teman-temannya untuk datang ke rumahnya,” ucap AKP Yanto Selamet melalui pesan singkat, Jumat (2/7/2021).

Setelah itu, ujar dia, korban bersama dua orang temannya berinisial BI dan AB tiba di rumah pelaku SN sekira pukul 12.15 WIB. Tak lama berselang, teman-teman pelaku SN pun datang. Tanpa basa basi, SN dan enam temannya langsung meminta klarifikasi kepada korban. Sebab kala itu ada dugaan bahwa korban merebut kekasih dari lima orang pelaku pengeroyokan. Terbakar cemburu, tujuh ABG itu pun langsung melakukan aksi kekerasan kepada korban.

Tindak Kekerasan

“Para pelaku tiba-tiba melakukan kekerasan kepada korban secara bergantian dengan menggunakan tangan,” tutur AKP Yanto. “Diduga para pelaku melakukan aksi tersebut merasa kesal dan cemburu karena pasangan lima pelaku direbut oleh korban,” Yanto menambahkan.

Menurut penelitian yang dilakukan Balitbang Departemen Sosial (2002), Hamzah (2002, Prahesti (2002), mengindikasikan bahwa kematangan emosi pada remaja yang masih labil merupakan salah satu faktor terjadinya kenakalan remaja. Tidak matangnya emosi seseorang ditandai dengan meledaknya emosi di hadapan orang lain, tidak dapat melihat situasi dengan kritis, dan memiliki reaksi emosi yang tidak stabil.

Sebaliknya matangnya emosi seseorang ditandai dengan tidak meledaknya emosi di hadapan orang lain, dapat penilaian situasi kritis dan memiliki reaksi emosi stabil dan kepercayaan diri seperti percaya pada kemampuan diri sendiri, bertindak mandiri dalam mengambil keputusan, memiliki konsep diri yang positif dan berani mengungkapkan pendapat