Terciduk di Kamar Kos Puluhan Remaja Pasangan Mesum di Depok

Terciduk di Kamar Kos Puluhan Remaja Pasangan Mesum di Depok

Terciduk di Kamar Kos Puluhan Remaja Pasangan Mesum di Depok – Pasangan adalah orang penting lainnya dalam pernikahan, ikatan sipil, atau pernikahan hukum adat. Istilahnya netral gender, sedangkan pasangan laki-laki adalah suami dan pasangan perempuan adalah istri.

Puluhan remaja dikejutkan dengan kedatangan Satpol PP Kota Depok bersama aparat gabungan, saat mengetuk pintu kamar kos mereka. Mereka yang sedang bermesraan di kamar kos terpaksa digiring ke kantor Satpol PP Kota Depok.

Kasatpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny mengatakan, usai mendapatkan informasi dari masyarakat soal banyaknya remaja yang  bukan pasangan resmi melakukan dugaan asusila di Club388 Indonesia kos-kosan, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan melakukan razia gabungan bersama aparat TNI dan Polri.

1. Sebanyak 20 orang diamankan Satpol PP Depok
Puluhan Remaja Pasangan Mesum Terciduk di Kamar Kos Depok

Sebanyak 20 remaja baik pria maupun wanita dibawa Satpol PP Kota Depok untuk menjalani pemeriksaan. Mereka berasal dari dua lokasi berbeda, yakni Griya Pasadena sebanyak 15 orang meliputi seorang penanggung jawab, 10 wanita, dan 4 pria. Sedangkan 5 orang lainnya diamankan dari Wisma Anton Soedjarwo terdiri dari seorang penanggung jawab, 2 pria, dan 2 wanita.

“Pria dan wanita yang diamankan dilakukan pemeriksaan sementara mereka diduga melakukan asusila,” ucap Lienda.

2. Para remaja yang diamankan menjalani pembinaan dan pemanggilan orang tua
Puluhan Remaja Pasangan Mesum Terciduk di Kamar Kos Depok

Lienda mengungkapkan, pria dan wanita yang diamankan merupakan remaja, sehingga diberikan pembinaan dan pemanggilan orang tua. Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial apabila terdapat bukti pelanggaran prostitusi di kos yang didatangi Satpol PP dan aparat TNI dan Polri.

“Selanjutnya akan dilakukan penanganan dari Dinas Sosial Kota Depok,” ujar Lienda.

3. Menjaga kesucian Ramadan di Kota Depok

Lienda mengklaim, Satpol PP Kota Depok akan menjaga kesucian Ramadan, serta menjaga kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah. Karena itu akan dilakukan razia selama bulan suci.

“Agar saling menghargai dan toleransi untuk menjaga kesucian bulan Ramadan ini,” kata dia.

Lienda menuturkan, Satpol PP Kota Depok akan berusaha menegakan Perda Kota Depok. Untuk itu, masyarakat diharapkan tetap mengikuti dan mematuhi peraturan yang tertuang pada Perda Kota Depok. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran Perda, pihaknya akan menindak tegas sesuai tupoksi yang telah ditentukan.

“Kita akan melakukan penindakan apabila ditemukan pelanggaran,” pungkas Lienda.