Tips Cara Atasi Anak Remaja yang Mudah Tidak Nyaman

Tips Cara Atasi Anak Remaja yang Mudah Tidak Nyaman

Tips Cara Atasi Anak Remaja yang Mudah Tidak NyamanRemaja merupakan masa dimana peralihan dari masa anakanak ke masa dewasa, yang telah meliputi semua perkembangan yang dialami sebagai persiapan memasuki masa dewasa. Saat memasuki usia remaja, anak mencoba untuk mencari tahu siapa dia, bagaimana dia ingin berada di dunia ini, dan bagaimana orang lain memandangnya. Dalam beberapa hal, masa remaja seperti waktu di mana anak membentuk identitasnya.

Ini juga merupakan masa ketika anak sering berubah, dari memiliki ikatan yang spesial dan positif dengan orangtua, menjadi masa di mana anak terkadang ingin memiliki privasi sehingga mendorong orangtuanya menjauh.Perilaku insecure atau tidak aman ini bisa membuat anak sulit untuk berkembang di dunia nyata.

Untuk mengatasinya, berikut Daftar Live22 berikan enam tips yang membantu Kamu mengatasi anak yang merasa cemas dan tidak nyaman.

1. Periksa diri sendiri terlebih dahulu

Jika Kamu memiliki remaja yang cemas dan insecure di rumah, langkah pertama adalah memantau kecemasan Kamu sendiri seputar stres yang dialami anak. Tanyakan pada diri sendiri, “Apakah ini kecemasan anak atau kecemasan saya yang akan datang?”

Ingatlah, yang penting bukanlah kecemasan itu sendiri, tetapi bagaimana cara anak dalam mengelola kecemasannya. Dengan memisahkan kecemasan diri sendiri dari kecemasan anak, maka Mama dapat membantu anak melewati dan menjalaninya.

2. Yakinkan anak namun tetap beri ruang saat dia membutuhkannya

Ketahui kapan kamu harus turun tangan dan kapan harus memberinya ruang untuk mendukung anak. Tugas orangtua adalah meyakinkan dan tidak bereaksi berlebihan.

Menyemangati anak memang perlu, tetapi sangat penting untuk berada di sana saat ia benar-benar membutuhkan Kamu untuk mendengarkannya. Sampaikan pada anak seperti “Kamu akan berada di sana untuk membantumu, tetapi keputusan tetap ada ditanganmu.”

3. Buatlah anak menganggap perasaan cemas sebagai suatu yang normal

Ketika anak datang kepada Kamu dengan sesuatu yang dicemaskan, cobalah untuk tetap objektif. Jangan membuatnya merasa bahwa apa yang dia katakan itu konyol, beri tahu ia agar jangan khawatir karena banyak orang yang juga gugup saat cemas.

Kamu dapat terus mengajak anak mencari solusi dengan mengatakan, “Saat gugup, Kamu pergi jalan-jalan atau menelepon teman dan berbicara. Ketika kamu memiliki perasaan itu, menurutmu apa yang dapat kamu lakukan untuk menenangkan diri?”

4. Bermanfaat dan mendukung, tetapi jangan mengambil alih

Bantu anak jika ia kesulitan membuat pilihan. Bersikaplah suportif dan lakukan apa yang Kamu bisa untuk membantu, tetapi jangan langsung dan mencoba melakukannya untuknya.

Misalnya, Kamu bisa berkata, “Apa yang bisa Kamu lakukan agar bisa membantu? jika kamu membutuhkan waktu lebih untuk mengerjakan tugas, kita bisa ke perpustakaan dan meminjam buku yang kamu butuhkan.”

5. Jangan menggoda atau menyepelekannya

Meskipun tampaknya anak remaja kesal karena sesuatu yang tampaknya tidak terlalu serius bagi Kamu, ingatlah bahwa ini adalah perasaan yang nyata untuknya, dan penting untuk tidak menyepelekannya.

Sekali lagi, bantu menormalkan situasi dengan mengatakan bahwa banyak anak merasakan hal yang sama, dan kemudian mencoba memecahkan solusinya menjadi potongan-potongan kecil. Mungkin anak perlu lebih giat dalam melatih presentasinya pada malam sebelum sekolah.

6. Jangan menyangkal perasaan anak

Penting untuk tidak menyangkal perasaan anak, meskipun ia mungkin melebih-lebihkan. Misalnya, remaja perempuan kamu mungkin mengatakan sesuatu seperti, “aku sangat jelek, tidak ada yang terlihat bagus untukku.”

Selain itu, jangan lupa untuk memberikan sedikit pujian yang tidak terduga kepada anak. Seperti berkata, “Wow, warna itu terlihat bagus untukmu!” atau “Panjang rambut itu sangat cocok dengan wajahmu”.

Remaja mungkin bertingkah seolah tidak peduli dengan apa yang Kamu katakan, tetapi percayalah, ia mendengarkan dan itu penting baginya.

Sikap tidak nyaman dapat menjadi masalah bagi remaja dalam beraktifitas, mencari pertemanan, hingga dalam akademiknya. Dengan menerapkan tips-tips di atas, diharapkan dapat membantu Kamu dalam mengatasi anak yang insecure untuk menjadi lebih percaya diri. Semoga informasinya membantu ya,