Tips Mengajarkan Anak Remaja Agar Belajar dari Kesalahan

Tips Mengajarkan Anak Remaja Agar Belajar dari Kesalahan

Tips Mengajarkan Anak Remaja Agar Belajar dari Kesalahan – Ketika membuat kesalahan, seringkali kita lunak pada diri sendiri tapi tidak kepada orang lain. Maka terkadang Anda harus bisa menjadi musuh terburuk untuk diri Anda sendiri. Padahal selama perjalanan karir, Anda akan mengalami banyak kegagalan. Tidak bisa dihindari. Manusia adalah makhluk yang tak sempurna, inilah yang membuat manusia tak luput dari kesalahan.

Namun bagaimana manusia dapat belajar untuk memperbaiki kesalahannya agar tak mengulanginya lagi atau untuk membuat hidup lebih baik adalah hal penting yang perlu ditanamkan. Masa-masa remaja, mungkin menjadi momen ketika Mama sering melihat anak melakukan kesalahan.

Sehingga ini menjadi waktu yang tepat untuk mulai membesarkan anak muda yang siap untuk berkembang di masa depan. Ketika orangtua memahami pentingnya membiarkan remaja belajar dari kesalahan, anak akan dikuatkan dengan pengetahuan dan kebijaksanaan yang diperoleh dari pengalaman. Lantas, bagaimana cara mengajarkan remaja agar belajar dari kesalahannya? Simak beberapa tipsnya yang telah idn poker apk rangkum di bawah ini yuk!

1. Penting bagi orangtua untuk tetap tenang

1. Penting bagi orangtua tetap tenang

Walaupun tak mudah, Mama harus tetap tenang ketika anak melakukan kesalahan, baik kecil maupun besar. Jika tidak mampu mempertahankan rasa kontrol, remaja akan merasakan ini dan menerima perasaan marah, takut, atau panik yang Mama tunjukkan.

Mama juga akan mendisiplinkan remaja lebih efektif ketika dengan tenang memberi anak saran daripada menyerangnya dengan mengatakan hal-hal seperti, “Apa sih yang kamu pikirkan?!”

2. Penting juga untuk menunggu anak agar tenang

2. Penting juga menunggu anak agar tenang

Ketika anak melakukan kesalahan, tentu rasanya Mama ingin segera mendisiplinkan anak agar masalah cepat terselesaikan. Namun dilansir dari Centre for Parent and Teen Communication, jangan repot-repot membicarakan masalah jika anak masih dalam mode panik.

Hampir tidak mungkin bagi remaja untuk menyerap apa yang Mama ajarkan. Sama seperti orang dewasa pada umumnya, remaja juga tidak mampu berpikir atau merenung ketika dalam keadaan panik. Melainkan, untuk mendapatkan pemikiran yang protektif, anak harus dalam pikiran yang jernih dan bijaksana.

3. Hindari menguliahi anak

3. Hindari menguliahi anak

Menguliahi anak atau mengajarkan anak dengan terus menerus tanpa adanya percakapan dua arah umumnya justru menjadi bumerang. Remaja seringkali tidak mengerti atau tidak mendengarkan omelan, ceramah, atau nasihat, terutama jika ia sudah kesal.

Biarkan anak tahu bahwa Mama memercayainya dan kemampuannya untuk mengatasi masalah, dan biarkan anak mencoba memecahkan masalah sendiri dan memiliki solusinya sendiri. Hal ini memungkinkan anak mendapatkan pengalaman hidup untuk menambah kecerdasan pengambilan keputusannya agar terus berkembang.

4. Jangan menggunakan rasa bersalah anak untuk membuatnya menyesal

4. Jangan menggunakan rasa bersalah anak membuat menyesal

Jangan menghakimi anak dengan menggunakan rasa bersalahnya, bahkan jika itu benar-benar terasa seperti pantas untuk membuatnya merasa menyesal.

Kemungkinannya adalah, anak sudah merasa buruk tentang apa yang telah ia lakukan. Sebaliknya, bantu anak mengatasi kekhawatirannya dengan melakukan brainstorming bersama beberapa cara yang berpotensi lebih baik untuk menangani situasi serupa di masa depan.

5. Hindari untuk mengatakan “Mama sudah memberitahumu!”

5. Hindari mengatakan "Mama sudah memberitahumu"

Hindari untuk mengatakan “Mama sudah memberitahumu!” atau “Kan Mama sudah bilang!”. Karena ini tidak berhasil dan justru akan membuat Mama terdengar sombong, yang akan membuat remaja enggan meminta bantuan saat ia melakukan kesalahan lagi.

Caranya, Mama dapat mendorong interaksi dua arah yang sehat. yang akan membangun keterampilan remaja dalam analisis yang jujur dan pengambilan keputusan yang lebih baik.

Pada gilirannya, keterampilan ini akan membantu anak mengembangkan rasa percaya diri yang merupakan inti kesuksesan di masa depan.

6. Selalu mendengarkan anak

6. Selalu mendengarkan anak

Seperti yang disebutkan sebelumnya, penting bagi Mama untuk membiarkan remaja mama tahu bahwa Mama memercayainya serta kemampuannya untuk mengatasi masalah. Namun ini bukan berarti Mama mengabaikannya atau membiarkannya begitu saja.

Selain itu, cara ini juga dapat memberitahu Mama tentang kapasitas anak dalam menangani masalah, apakah ia mengalami kesulitan atau mungkin ia membutuhkan bantuan dari orang dewasa. Komunikasi dua arah terkadang selalu menjadi solusi yang menguntungkan dua pihak.

7. Tunjukkan pada anak cinta tanpa syarat

7. Tunjukkan anak cinta tanpa syarat

Biarkan remaja tahu bahwa Mama mencintainnya, bahkan ketika ia melakukan kesalahan. Ingatkan anak bahwa selalu ada kesempatan untuk memaafkan, kesempatan untuk mencoba lagi, tetapi dengan cara yang lebih baik.

Namun ingatlah bahwa cinta tanpa syarat bukan berarti menerima tanpa syarat. Artinya, Mama tetap tidak dapat menerima perilaku yang membahayakan keselamatan atau nilai-nilai keluarga.