3 Remaja di Finlandia yang Membully & Membunuh Teman Sekelas

3 Remaja di Finlandia yang Membully & Membunuh Teman Sekelas

3 Remaja di Finlandia yang Membully & Membunuh Teman Sekelas – Remaja adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa.

Pengadilan Tinggi Helsinki resmi menjatuhkan hukuman penjara kepada tiga orang remaja. Pasalnya ketiganya terbukti melakukan tindak kekerasan kepada seorang remaja laki-laki hingga berujung tewasnya korban dengan kondisi yang mengenaskan.

Kasus pembunuhan ini sempat mengaggetkan seluruh publik Finlandia lantaran korban dan pelaku masih berusia sangat belia. Selain itu, pelaku diketahui mengenal korban dan merupakan teman satu kelas sejak duduk di bangku TK.

1. Dijatuhi hukuman hingga 10 tahun penjara
Terbukti Bunuh Temannya, Remaja di Finlandia Dihukum

Tiga remaja di Finlandia yang telah membunuh temannya sekelasnya sendiri diketahui lahir pada tahun 2004 dan kini berusia antara 16-17 tahun. Atas perbuatan bejatnya, Pengadilan Helsinki menjatuhkan hukuman tertinggi hingga 10 tahun penjara kepada tiga pelaku.

Namun pelaku tertua mendapatkan hukuman terberat 10 tahun dan satu bulan penjara lantaran disebut paling banyak melakukan kekerasan pada korban. Sedangkan kedua termuda mendapat hukuman sembilan tahun dan dua bulan penjara dan yang paling muda memperoleh hukuman delapan tahun dan dua bulan penjara.

Hukuman ini disebut sudah berkurang, karena pihak kejaksaan sebelumnya berniat mengajukan hukuman maksimum kepada pelaku hingga 12 tahun penjara.

Meski sudah dijatuhi pidana, tetapi ketiga anak remaja itu masih dapat mengajukan banding apabila tidak menerima putusan pengadilan, dilansir dari BBC.

2. Pelaku kerap melakukan bullying kepada korban

Dikutip dari Euronews, sanksi pidana yang tinggi kepada remaja itu lantaran tindak kekerasan yang berujung kematian korban. Hal ini dikarenakan korban sempat disiksa secara sadis oleh ketiga pelaku selama empat jam lamanya.

Kemudian mayat korban baru ditemukan pada keesokan harinya pada 4 Desember 2020 di sebuah taman di Koskela, yang berlokasi di utara Helsinki. Bahkan kondisi korban sangat mengenaskan dengan kerusakan otak dan adanya lubang di paru-paru akibat tulang rusuk yang patah.

Menurut kepala detektif kepolisian Helsinki, Marko Forss menemukan bahwa pelaku melakukan pengeroyokan dan melakukan kekerasan kepada korban secara bertubi-tubi. Hal ini setelah ditemukan adanya lebih dari 100 luka pada tubuh korban dan menyebut tindakan ini amat kejam dan bengis.

Sementara itu, ketiga pelaku yang mengenal korban sejak TK mengaku telah melakukan kekerasan tetapi tidak bermaksud untuk membunuh. Namun pelaku diketahui sudah melakukan bullying terhadap korban sebelum terungkapnya kasus pembunuhan ini.

3. Kasus bullying di Finlandia termasuk tinggi

Mendengar kejadian ini, Menteri Dalam Negeri Maria Ohisalo menggambarkan bahwa kasus pembunuhan ini benar-benar mengejutkan. Selain itu, sejumlah guru dari pelaku dan korban juga mengakui kesalahannya lantaran terlambat untuk bertindak pada kenakalan dan kelakuan anak remaja tersebut.

Sesuai dengan data resmi pemerintah, disebutkan hampir satu dari dua anak remaja berusia 14-16 tahun di Finlandia baru-baru ini menjadi objek bullying dan mendapat ancaman kekerasan.

Bahkan atas kejadian memilukan ini, Kepolisian Helsinki akan melakukan investigasi kepada semua pelayanan kesejahteraan anak jika melakukan pelanggaran dalam tugasnya untuk memberikan perawatan, dilansir dari Saudi Gazette.

Di sisi lain, ketiga pelaku juga tengah dituding melakukan aksi perampasan yang berhubungan dengan serangan pada korban. Namun dalam kasus ini terdapat empat anak remaja yang diduga ikut berperan, dilaporkan dari BBC.

Dalam mempelajari perkembangan remaja, remaja dapat didefinisikan secara biologis sebagai perubahan fisik yang ditandai oleh permulaan pubertas dan penghentian pertumbuhan fisik; secara kognitif, sebagai perubahan dalam kemampuan berpikir secara abstrak atau secara sosial, sebagai periode persiapan untuk menjadi orang dewasa.

Pubertas adalah periode beberapa tahun di mana pertumbuhan fisik yang cepat dan perubahan psikologis, yang memuncak pada kematangan seksual. Usia rata-rata mulai pubertas adalah 11 untuk anak perempuan dan 12 untuk anak laki-laki. Jadwal individu setiap orang untuk pubertas dipengaruhi terutama oleh faktor keturunan , meskipun faktor lingkungan, seperti diet dan olahraga, juga mengerahkan beberapa pengaruh.