Beginilah Para Wanita & Remaja Bangsawan Kuno Merias Wajah

Beginilah Para Wanita & Remaja Bangsawan Kuno Merias Wajah

Beginilah Para Wanita & Remaja Bangsawan Kuno Merias Wajah – Kosmetik  adalah zat perawatan yang digunakan untuk meningkatkan penampilan atau aroma tubuh manusia. Kosmetik umumnya merupakan campuran dari beragam senyawa kimia, beberapa terbuat dari sumber-sumber alami dan kebanyakan dari bahan sintetis. Perihal atau tata cara menggunakan kosmetik disebut dengan tata rias atau make up.

Seorang filsuf dari Roma, Plautus pernah berkata perempuan tanpa makeup  bagai sayur tanpa garam. Trend makeup ternyata sudah populer sejak zaman peradaban kuno, terutama di kalangan perempuan bangsawan. Semakin menmukau penampilan mereka, semakin terlihat strata mereka.

Berbeda dengan zaman sekarang yang serba mudah untuk download apk idn mendapatkan seperangkat kosmetik dari berbagai brand ternama, kosmetik pada masa peradaban kuno terbilang belum berkembang. Akan tetapi, kemolekan para perempuan bangsawan kuno selalu terlihat nyaris sempurna. Lalu, apa yang mereka rias ke wajah?

1. Menggunakan kohl dan arang sebagai eyeliner
Belum Ada Kosmetik, Ini 6 Cara Perempuan Bangsawan Kuno Merias Wajah

Di Yunani Kuno, eyeliner dibuat dengan bahan dasar arang dan minyak zaitun. Sedangkan di Mesir Kuno, para perempuan bangsawan mengaplikasikan bubuk galena atau yang populer disebut kohl sebagai eyeliner. Bahan dasar kohl di Mesir Kuno adalah almond yang di bakar. Biasanya bubuk kohl dari almond tersebut diaplikasikan ke area garis mata dengan ditambah sedikit minyak.

Selain bermanfaat untuk menambah kesan gelap pada garis mata, kohl juga dipercaya dapat melindungi kulit di sekitar mata dari paparan sinar UV.

2. Bedak yang berbahan kapur hingga gandum
Belum Ada Kosmetik, Ini 6 Cara Perempuan Bangsawan Kuno Merias Wajah

Warna kulit yang sempurna menjadi tolak ukur strata sosial di peradaban kuno. Di Yunani Kuno, memiliki kulit putih pucat adalah tanda keindahan paras yang sesungguhnya. Oleh karena itu, perempuan pada zaman Yunani Kuno marak menggunakan gandum untuk bedak wajah mereka.

Lain halnya di Mesir Kuno, bedak berbahan dasar kapur dan tanah liat sangat umum digunakan. Kemudian lain juga di Tiongkok yang menggunakan beras sebagai bahan dasar bedak. Meskipun popularitas bedak mulai meluas, penggunaan bedak tersebut hanya terbatas di kalangan para bangsawan saja.

3. Blush on berbahan dasar mulberry dan vermilion merah
Belum Ada Kosmetik, Ini 6 Cara Perempuan Bangsawan Kuno Merias Wajah

Rona merah pada pipi perempuan peradaban kuno melambangkan tingkat kebangsawanan dan keindahan. Di Yunani Kuno, buah mulberry dihancurkan untuk dijadikan perona pipi atau blush on. Warna mulberry yang merah memberikan kesan fresh pada wajah.

Sedangakan di Romawi Kuno, bubuk vermilion merah menjadi bahan dasar pembuatan blush on. Vermilion merah memiliki warna merah yang menyala yang terbuat dari batuan sinabar. Selain untuk perona pipi, vermilion merah ini juga digunakan dalam seni dan dekorasi era Romawi Kuno.

4. Menggunakan bulu sapi sebagai eyebrow
Belum Ada Kosmetik, Ini 6 Cara Perempuan Bangsawan Kuno Merias Wajah

Teknik menggambar alis tentu menjadi langkah yang tak boleh terlewatkan. Penambahan garis dan ketebalan alis ternyata sudah ada sejak zaman peradaban kuno, lho.

Di Yunani Kuno, bulu sapi menjadi incaran untuk dijadikan eyebrow tambahan atau alis palsu. Ya, cara memakainya yaitu dengan merekatkan bulu sapi pada bagian alis. Tidak hanya itu, ada juga bubuk hitam yang biasanya digunakan untuk menggambar unibrow atau alis yang menyambung. Trend unibrow ini sangat populer di kalangan orang-orang pada masa Yunani Kuno, baik perempuan maupun laki-laki.

5. Lipstik merona dari ochre clay dan red iron
Belum Ada Kosmetik, Ini 6 Cara Perempuan Bangsawan Kuno Merias Wajah

Lipstik pertama kali digunakan oleh perempuan Mesopotamia dari peradaban Mesir Kuno. Bahan dasar lipstik pada masa itu adalah ochre clay, sejenis tanah liat yang berwarna cokelat pasir. Lalu ada pula red iron yang memberikan pigmen merah pada bibir. Penggunaan lipstik dari kedua bahan tersebut dinilai berbahaya karena teksturnya yang kasar.

Oleh karena itu, seiring dengan perkembangan zaman, bahan dasar lipstik diganti dengan minyak zaitun dan lilin lebah yang dijamin lebih aman.

6. Eyeshadow dari malasit
Belum Ada Kosmetik, Ini 6 Cara Perempuan Bangsawan Kuno Merias Wajah

Malasit atau malachite adalah suatu mineral karbonat hidroksida tembaga yang digunakan untuk pembuatan eyeshadow pada masa peradaban kuno. Warna dari malasit sendiri adalah hijau buram. Eyeshadow malasit ini marak digunakan oleh perempuan bangsawan di Mesir Kuno.

Malasit dihancurkan hingga menjadi bubuk lalu diusapkan ke area mata dengan menggunakan minyak atau lemak dari hewan. Selain untuk kecantikan, malasit juga bermanfaat untuk dunia medis. Hijau malasit yang mengandung pewarna Triphenyl Methane dapat mengatasi serangan parasit dari golongan protozoa.

Keindahan paras menjadi tanda kebangsawanan perempuan pada masa itu. Beberapa dari bahan dasar kosmetik ala peradaban kuno tersebut telah berhasil dikembangkan menjadi kosmetik yang praktis dan aman digunakan. Jadi, tidak perlu repot lagi untuk merias wajah.

Penggunaan kosmetik telah banyak ditentang dalam sejarah Barat. Sebagai contoh, pada abad ke-19, Ratu Victoria terang-terangan menyatakan bahwa penggunaan kosmetik adalah hal yang tidak pantas, vulgar, dan hanya boleh digunakan oleh para pemain teater. Pada abad ke-16, penggunaan kosmetik telah menyebabkan meningkatnya permintaan produk kosmetik di kalangan kelas atas. Pertengahan abad ke-20, kosmetik telah digunakan secara meluas hampir oleh semua wanita di negara-negara industri di seluruh dunia.