Cara Mudah Membuat Anak Remaja Melakukan Tugas Rumah

Cara Mudah Membuat Anak Remaja Melakukan Tugas Rumah

Cara Mudah Membuat Anak Remaja Melakukan Tugas Rumah – Pekerjaan rumah adalah tugas mandiri terstruktur yang diberikan guru untuk dikerjakan di rumah sebagai latihan tambahan. Pencetus pekerjaan rumah(PR) adalah seorang guru di Venice, Italia. Pembagian tugas rumah bisa menjadi sumber konflik utama di banyak keluarga, terutama jika melibatkan remaja.

Pekerjaan rumah menjadi polemik dan kontroversial, saat anak mengalami kesulitan mengerjakannya dan orang tua, tidak dapat membantu anak anak mereka. Remaja mungkin selalu memberikan janji, “Aku akan melakukannya nanti,” atau dengan tegas mengatakan, “Aku tidak mau melakukan itu,” ini membuat kamu mungkin tergoda untuk mengomelinya.

Ini tentu akan bermanfaat baginya saat dewasa nanti. Dan pekerjaan rumah adalah cara yang bagus untuk mengajar remaja agar lebih bertanggung jawab. Untuk mengajak anak melakukan tugas rumah, berikut enam tips mudah membuat anak remaja melakukan tugas rumah tanpa mengomel dan membantah.

1. Menetapkan tugas sebelumnya
1. Menetapkan tugas sebelumnya

Meminta anak remaja kamu untuk melakukan tugas spontan dapat menyebabkan pertengkaran. Jika kamu melihat anak sedang menonton televisi pada hari Sabtu pagi dan tiba-tiba bertanya, “Bisakah kamu membersihkan kamarmu sekarang?”, Mama mungkin akan bertemu dengan perlawanan.

Kamu dapat memberikan peraturan sederhana seperti, cuci piring masing-masing setelah makan, atau tugas yang dilakukan dalam periode tertentu, seperti membersihkan kamar mandi setiap hari Rabu. Ini akan mencegah permintaan spontan yang sering menyebabkan konflik.

2. Menawarkan beberapa fleksibilitas
2. Menawarkan beberapa fleksibilitas

Tahun-tahun remaja adalah waktu yang tepat untuk mempelajari keterampilan hidup yang berharga, seperti disiplin diri dan menentukan keputusan secara mandiri. Menawarkan sedikit fleksibilitas dan kebebasan di sekitar tugas, memberi anak kesempatan untuk melatih keterampilan ini.

Beri tahu anak remaja kmau bahwa ia dapat menggunakan barang elektroniknya atau menikmati hak istimewanya yang lain setelah tugasnya selesai. Kemudian serahkan padanya untuk memutuskan kapan harus mulai bekerja.

Dengan ini, ia akan belajar mengatur waktunya dengan lebih baik, ketika sudah mampu membuat pilihan-pilihan kecil sendiri.

3. Memberikan imbalan
3. Memberikan imbalan

Beberapa orangtua mungkin ingin memberikan uang saku untuk beberapa tugas yang diberikan, dan orangtua yang lain mungkin berpikir anak-anak memang perlu ikut campur dan membantu tanpa berharap dibayar.

Namun terkadang, pendekatan di tengah jalan adalah cara yang baik untuk menanamkan pelajaran hidup yang berharga sambil tetap mengajarkan tanggung jawab.

Misalnya, saat meminta untuk mengasuh adik, memotong rumput, atau menyapu teras, mungkin bisa dipertimbangkan untuk memberikan uang saku tambahan. Sedangkan membersihkan kamarnya atau mencuci piring hanyalah bagian dari menjadi anggota keluarga yang bertanggung jawab.

4. Menetapkan konsekuensi yang jelas
4. Menetapkan konsekuensi jelas

Sebelum menetapkan rutinitas, kamu perlu menjelaskan apa yang akan terjadi jika anak remaja tidak melakukan tugasnya. Ini akan memberikan pada remaja pilihan, apakah ia akan belajar bertanggung jawab atau mendapatkan kerugian.

Apakah kamu tidak memberikannya uang saku atau mengambil hak istimewanya, pastikan anak remaja tahu itu. Berikan keputusan pada remaja untuk memutuskan nasibnya. Jika ia memilih untuk tidak melakukan tugas, maka ikuti konsekuensinya tanpa memberi pengecualian.

5. Hindari memberikan pujian dan hadiah yang berlebihan
5. Hindari memberikan pujian hadiah berlebihan

Jika kamu memberikan pujian secara berlebihan, menuruti semua yang diinginkan anak remaja, atau memberikannya hak istimewa tanpa batas, terlepas dari berapa banyak pekerjaan yang ia lakukan, anak tidak akan termotivasi untuk melakukan tugas.

Penting untuk tetap memenuhi kebutuhan dasar remaja, tetapi jangan menyerahkan uang belanja atau hak istimewa tambahan hanya karena anak remaja yang mulai melakukan tugas rumah.

Berikan pujian, hadiah, atau hak istimewa dalam waktu-waktu tertentu yang sudah ditetapkan bersama. Misalnya, jika anak bisa menjalani rutinitasnya untuk menyapu setiap hari dan membersihkan lemari satu minggu sekali, maka berikan hak istimewa seperti waktu gadget tambahan.

6. Tawarkan hanya satu kali pengingat
6. Tawarkan ha satu kali pengingat

Menawarkan satu kali pengingat tujuannya adalah agar anak remaja akhirnya dapat menyelesaikan semua tugasnya tanpa memerlukan pengingat apa pun. Ini juga melatih anak untuk menjaga lingkungannya tetap bersih tanpa perlu diingatkan terus-menerus.

Tetapi jika anak kamu membutuhkan satu pengingat di awal, lanjutkan dan berikan. Namun ingatlah untuk berhenti hanya pada satu pengingat.

Mama dapat menawarkan pernyataan “Jika…maka” untuk mengingatkan anak tentang konsekuensinya. Seperti, “Jika kamu tidak membersihkan kamar mandi sebelum tidur, maka kamu tidak akan diizinkan menggunakan barang elektronikmu besok.”. Kemudian serahkan pilihan pada anak.

Jika ia memilih untuk tidak melakukan tugas, ikuti konsekuensinya. Hindari menceramahi atau mempermalukan, tetapi jelaskan bahwa ia dapat memilih untuk melakukan tugas rumah di lain waktu kalau masih ingin mempertahankan hak istimewanya.