Hal yang Perlu Orangtua Ajarkan Kepada Anak Remaja Laki-laki

Hal yang Perlu Orangtua Ajarkan Kepada Anak Remaja Laki-laki

Hal yang Perlu Orangtua Ajarkan Kepada Anak Remaja Laki-laki – Orang tua adalah ayah dan/atau ibu seorang anak, baik melalui hubungan biologis maupun sosial. Umumnya, orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam membesarkan anak, Masa remaja bisa sangat sulit bagi anak laki-laki karena mereka tiba-tiba bukan lagi anak kecil, namun mereka juga belum cukup dewasa. Perubahan emosi, hormonal, dan sosial cenderung menjadi yang paling umum, dan tentu saja, ada juga banyak perubahan dan tantangan yang akan anak hadapi di bidang akademiknya.

Contohnya adalah pada orang tua angkat (karena adopsi) atau ibu tiri (istri ayah biologis anak) dan ayah tiri (suami ibu biologis anak). Sehingga, ini bukan hanya penyesuaian untuk anak mama, tetapi juga untuk kamu dan seluruh keluarga. Hal yang baik adalah bahwa fase ini dapat dilewati dengan dukungan dari orangtua.

Dalam memberikan dukungan pada remaja, kali ini idnplay poker apk akan membahas seputar 6 hal yang perlu kamu ketahui dalam mengasuh anak laki-laki selama fase remaja. Simak informasinya di bawah ini!

1. Mama perlu banyak mendengarkan
1. Mama perlu banyak mendengarkan

Dibalik rasa ingin kebebasan untuk membuat keputusan sendiri, tanpa disadari, remaja laki-laki akan membutuhkan Mama untuk memerhatikan dan mendengarkan ketika ia siap untuk berbicara.

Ini adalah kesempatan untuk belajar tentang apa yang terjadi dalam kehidupan putra mama, dan kemungkinan besar, jika anak membutuhkan pendapat, ia akan memintanya. Sampai saat itu, perhatikan dan dengarkan saja.

2. Perubahan suasana hati yang sangat nyata
2. Perubahan suasana hati sangat nyata

Melihat anak yang tiba-tiba jadi lebih emosian? Jangan khawatir ya Ma, perubahan suasana hati anak bukan sepenuhnya salahnya. Ada begitu banyak hal yang terjadi di tubuh remaja dan sulit baginya untuk memahami semuanya sekaligus.

Dilansir dari Very Well Family, menunjukkan bahwa sebagai remaja dewasa, ia biasanya mengalami peningkatan lekas marah, kesedihan yang intens, dan sering frustrasi karena perubahan kimia yang terjadi di dalam otaknya.

Selain itu, ketahuilah bahwa ini menjadi aspek dari perubahan suasana hati remaja laki-laki, karena fase ini hanyalah bagian normal dari pertumbuhan.

3. Bisa sangat menekankan
3. Bisa sangat menekankan

Jika Mama belum menyadarinya, mengasuh anak remaja laki-laki kemungkinan akan menjadi pengalaman yang sangat menegangkan. Ia bukan lagi bayi kecil, dan ketika ia bertingkah buruk, Mama tidak bisa begitu saja menggendongnya dan memasukkannya ke dalam kamarnya.

Mama mungkin juga akan lebih khawatir selama tahap ini, ketika stres memikirkan anak yang akan melalui situasi seperti penggunaan media sosial, konflik dalam pergaulan, berkencan, dan lain-lain, jadi bersiaplah untuk itu, Mama!

4. Mengalami berbagai kesulitan dan tidak dapat selalu dibantu
4. Mengalami berbagai kesulitan tidak dapat selalu dibantu

Remaja laki-laki menghadapi banyak tekanan teman sebaya, tantangan akademis, dan tentu saja, tumbuh di era digital menambah lapisan rumit lainnya.

Mama mungkin melihat perjuangan anak, tetapi sebaiknya tidak selalu turun tangan dalam memperbaiki segalanya. Meskipun itu menyakitkan, Mama sulit untuk tahu segalanya tentang kehidupan remaja, dan Mama pasti sulit juga dalam memperbaiki kesulitan yang anak rasakan.

5. Akan menemukan banyak kesalahan
5. Akan menemukan banyak kesalahan

Remaja laki-laki akan membuat banyak kesalahan. Ia mungkin berkelahi dengan teman sekolah, berbicara di belakang Mama, atau bahkan membuat pilihan yang buruk ketika berada di lingkaran teman-temannya.

Tahun-tahun remaja pada dasarnya adalah masa percobaan, banyak orangtua yang belum tahu akan ini, tetapi anak mungkin akan membuat kekacauan. Dan Mama harus membiarkan anak untuk menemukan cara agar menyelesaikan masalahnya sendiri.

6. “Mendorong” Mama agar menjauh
6. “Mendorong” Mama agar menjauh

Remaja laki-laki mungkin tidak menginginkan pelukan Mama lagi. Tak jarang jika anak mungkin menginginkan Mama menjauh, saat Mama ingin berada di dekatnya. Ingatlah bahwa ini adalah bagian dari menjadi remaja dan biasanya tidak bertahan selamanya!

Nah itulah beberapa hal yang perlu Mama ketahui dalam mengasuh anak di saat fase remaja. Perubahan suasana hati dan masa remaja berjalan beriringan. Mama mungkin menjadi stres oleh perilaku anak, tetapi ingat, itu adalah bagian normal dari proses pendewasaan.

Saat anak menjadi remaja yang lebih tua, fluktuasi emosional cenderung menjadi kurang intens. Tetapi jika perubahan suasana hati mulai terasa lebih intens dan Mama atau anak remaja membutuhkan dukungan, jangan ragu untuk mencari bantuan.