Inilah Beberapa Alasan Anak Remaja Sering Merasa Insecure

Inilah Beberapa Alasan Anak Remaja Sering Merasa Insecure

Inilah Beberapa Alasan Anak Remaja Sering Merasa Insecure – Rasa rendah diri atau minder atau low self-esteem, adalah perasaan bahwa seseorang lebih rendah dibanding orang lain dalam satu atau lain hal. Merasa minder memanglah salah satu perilaku yang sangat manusiawi. Melihat pencapaian ataupun kelebihan yang ada pada orang lain pasti membuat diri juga menginginkannya. Perasaan tersebut tidak menutup kemungkinan dialami oleh remaja kamu.

Perasaan demikian dapat muncul sebagai akibat sesuatu yang nyata atau hasil imajinasinya saja. Minder atau rendah diri merujuk pada rendahnya kepercayaan diri seseorang yang membuatnya merasa selalu rendah atau tidak berharga dibanding orang lain. Hal ini akan berubah menjadi buruk ketika remaja kamu minder berlebihan sehingga menyebabkan nya mengalami inferiority complex.

Namun, kira-kira apa yang menyebabkan remaja mama merasa begitu, ya? Berikut idn poker apk rangkum informasi mengenai 6 penyebab remaja minder dengan teman-temannya.

1. Pengalaman buruk semasa kecil
1. Pengalaman buruk semasa kecil

Penyebab remaja minder dengan teman-temannya yang pertama adalah pengalaman di masa lalu. Apabila ia pernah mengalami kejadian yang kurang mengenakkan, kemungkinan besar dirinya bisa mengidap inferiority complex ataupun minder.

Misalnya remaja mama dulu pernah menjadi korban kasus bullying atau perundungan. Semisal dirinya di-bully lantaran penampilan fisiknya yang dianggap kurang rupawan. Ini tentu dapat memengaruhi pola pikirnya. Si Remaja pun minder dan merasa bahwa tubuhnya lebih buruk ketimbang orang lain.

2. Faktor kondisi fisik

2. Faktor kondisi fisik

Memiliki wajah dan tubuh yang bagus tentu menjadi idaman para remaja. Mereka yang sedang mengalami pubertas tentu berharap bahwa mereka akan glow up (penampilan yang menjadi lebih baik). Namun, tentu itu tidak terjadi pada setiap orang.

Si Remaja semakin minder dengan teman-temannya mengingat tidak ada perubahan signifikan pada tubuhnya. Ia pun berakhir selalu membanding-bandingkan diri dan merasa tidak pantas tampil di masyarakat.

3. Kondisi kesehatan mental yang memang tidak baik

3. Kondisi kesehatan mental memang tidak baik

Remaja Mama mudah minder bisa saja karena dia memiliki masalah terkait kesehatan mentalnya sejak awal. Maksudnya, dirinya mungkin memang termasuk individu yang kurang percaya diri atau cenderung pesimistis.

Kondisi ini akan semakin parah jika remaja mama ternyata memiliki riwayat depresi. Pasalnya, orang yang depresi sangat rentan menumbuhkan perasaan inferiority complex lantaran sudah tidak lagi mampu menghilangkan perasaan ‘kalah’ dalam dirinya.

4. Faktor ekonomi

4. Faktor ekonomi

Dalam kehidupan bermasyarakat yang masih sarat akan kesenjangan sosial, faktor ekonomi masih menjadi salah satu penyebab munculnya rasa minder.

Terlebih lagi dalam kehidupan remaja, pertemanan sangatlah krusial. Ia butuh suatu tempat yang dapat menerima keberadaannya. Akan tetapi, pertemanan tersebut kerap memicu kemunculan kesenjangan.

Sebagai contoh, teman remaja mama memiliki banyak barang mewah. Si Remaja yang masih labil lantas merasa rendah diri dengan teman tersebut karena ia tidak mampu membelinya.

Lebih jauh lagi, hal ini akan semakin parah jika kondisi ekonomi yang dialami remaja dijadikan sebagai bahan ejekan teman-teman lainnya. Dirinya bukan hanya semakin minder, tapi tidak menutup kemungkinan juga mengalami trauma.

5. Budaya atau kepercayaan yang dianut masyarakat

5. Budaya atau kepercayaan dianut masyarakat

Penyebab remaja minder dengan teman-temannya yang berikut adalah budaya atau kepercayaan di masyarakat. Salah satu contohnya adalah bagaimana persepsi lingkungan masyarakat terhadap anak laki-laki dan perempuan.

Misalnya untuk anak laki-laki, mereka harus tangguh, tidak boleh menangis, maupun tampak lemah. Mereka akan lebih terlihat ‘aneh’ terutama jika memiliki tabiat (tingkah laku ataupun cara berpakaian) yang menyerupai perempuan.

Adanya ketentuan umum tersebut membuat remaja yang kebetulan bertolak belakang dengan standar yang berlaku merasa minder. Mereka pun menjadi menyalahkan diri sendiri karena tidak sesuai dengan apa yang lingkungan harapkan.

6. Pengaruh pola asuh orangtua

6. Pengaruh pola asuh orangtua

Dari laman Everyday Health, pola asuh yang kurang tepat juga ikut andil dalam menyebabkan remaja minder dengan teman-temannya. Misalnya, Mama selalu mengkritik dan mengatakan kalau dirinya tidak pernah melakukan yang terbaik. Atau, Mama selalu membanding-bandingkan si Remaja dengan anak tetangga.

Perlakuan yang seperti itu dapat membuat remaja mengembangkan rasa kegagalan di dalam dirinya. Ia pun merasa bahwa dirinya merupakan seorang pecundang sejati yang tidak akan pernah berhasil. Kalau terus-menerus mengalami hal sedemikian, perasaan tadi akan mengakar dan semakin sulit untuk dihilangkan.