Inilah Penyebab Terjadinya Vandalisme Pada Remaja

Inilah Penyebab Terjadinya Vandalisme Pada Remaja

Inilah Penyebab Terjadinya Vandalisme Pada Remaja – Vandalisme menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah “perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya (keindahan alam dan sebagainya)” atau “perusakan dan penghancuran secara kasar dan ganas”. Vandalisme adalah adanya tindakan atau perilaku yang bersifat merusak. Merusak bukan berarti harus tindakan penghancuran, melainkan tindakan yang merugikan lingkungan atau fasilitas umum.

Tindakan vandalisme dapat meliputi corat-coret di fasilitas publik, membuang sampah sembarangan, menyalakan api sembarangan (seperti membakar ban), menghancurkan jendela dan bangunan, menggores cat mobil, dan tindakan tidak bertanggung jawab lainnya. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, vandalisme diartikan sebagai perbuatan merusak atau menghancurkan karya seni dan barang berharga lain. Tindakan ini tergolong merugikan, tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk lingkungan Jika membahas tentang penyebab, Dilansir dari Daftar IDN Poker777 timbulnya suatu perilaku merupakan hasil kombinasi dari beberapa faktor terkait. 

Terdapat beberapa faktor yang saling berhubungan, yang menyebabkan vandalisme di kalangan remaja. 

1. Pengaruh psikologis remaja 
Perubahan psikologis remaja bisa menjadi salah satu pemicu vandalisme

Perubahan psikologis remaja bisa menjadi salah satu pemicu vandalisme

Remaja berada pada masa transisi antara anak menuju dewasa, yang mungkin belum matang secara fisik dan mental. Pada masa ini, mereka masih dalam proses pencarian jati diri dan cenderung memiliki emosi yang belum stabil.

Perubahan fisik dan psikologis turut andil dalam perubahan emosi pada remaja. Mereka cenderung ingin mencoba hal baru, terutama untuk mendapatkan pengakuan dari lingkungan. 

Hal ini tidak jarang membuat remaja berperilaku suka “meledak-ledak” atas segala kondisi, kejadian, atau kegagalan yang dialaminya. 

2. Lingkungan pergaulan 

Sulit Beradaptasi? Coba 5 Hal Ini di Lingkungan Pergaulan Baru

Teman dan pergaulan memang bisa menjadi cerminan diri. Di masa peralihan antara anak menuju dewasa ini, remaja cenderung lebih senang berkumpul dengan teman-temannya. 

Lingkungan pergaulan yang tidak baik dapat memengaruhi perilaku remaja pada tindakan yang negatif. Hal ini semata-mata sebagai bentuk eksistensi diri di lingkungan pertemanannya. 

3. Pengaruh media sosial

Pengaruh Kuat Media Sosial dalam Dunia Politik | Asumsi

i era digital saat ini, media sosial sudah menjadi hal lumrah bagi sebagian besar remaja. Salah satu dampak media sosial adalah turut memengaruhi perilaku negatif pada remaja, seperti vandalisme.

Kemunculan konten-konten berbau “rebel” dan vandalisme di media sosial juga secara tidak langsung memengaruhi remaja untuk melakukan hal serupa di kehidupan nyata. 

4. Lingkungan keluarga
Perilaku vandalisme dapat terjadi akibat kurangnya perhatian dari keluarga

Perilaku vandalisme dapat terjadi akibat kurangnya perhatian dari keluarga

 Keluarga nyatanya juga dapat menjadi salah satu faktor penyebab vandalisme pada remaja. Sebuah artikel yang berjudul Teenagers’ vandalism and the importance of parent-child relationships in addressing it menyebut bahwa pola asuh orang tua turut andil dalam perilaku vandalisme pada remaja.Hal ini karena orangtua dan keluarga adalah orang terdekat di generasi remaja yang secara langsung terlibat dalam perkembangan diri dan psikis remaja. Beberapa masalah dari lingkungan keluarga yang berisiko menumbuhkan perilaku vandalisme, antara lain:

  • Kurangnya perhatian sehingga remaja melakukan vandalisme sebagai bentuk pelarian atau pembuktian diri atas eksistensi dirinya.
  • Kurangnya kontrol keluarga terhadap dunia remaja seperti pergaulan, lingkungan, atau media sosial yang mereka minati.
  • Terlalu memanjakan remaja. Dalam hal ini, keluarga cenderung membebaskan dan tidak melarang perilaku menyimpang pada remaja.
5. Sanksi yang tidak tegas 

Sanksi Tegas untuk Guru Cabul | BALIPOST.com

Sanksi yang tidak tegas dari lingkungan sekitar dan pemerintah setempat juga turut menjadi penyebab meluasnya aksi vandalisme di kalangan remaja.