Inilah Pilihan yang Harus Remaja Hadapi saat Beranjak Dewasa

Inilah Pilihan yang Harus Remaja Hadapi saat Beranjak Dewasa

Inilah Pilihan yang Harus Remaja Hadapi saat Beranjak Dewasa – Dewasa bukan hanya tentang usia, bukan tentang gelar panjang dari institusi pendidikan, dan juga bukan tentang berapa kali gagal pacaran. Dewasa adalah tentang memaknai kembali semua pengalaman hidup, berfokus pada pengembangan diri di saat ini, dan bersiap menghadapi jatuh bangun yang akan terjadi di masa mendatang.

Dewasa memang proses panjang dengan banyak persyaratan. Harus bertanggung jawab, harus mandiri, harus mampu beradaptasi, harus kuat, dan keharusan lain yang terkadang membuat kita takut menjadi dewasa. Sebagian besar anak kecil pasti pernah mendambakan punya kehidupan layaknya orang dewasa. Menurut pandangan mereka, kehidupan orang dewasa cenderung menyenangkan, punya kebebasan, dan mengasyikkan.

Kamu pun pasti pernah mengalami hal demikian pada saat usia belia. Namun, memasuki usia dewasa, kurang lebih usia dua puluh-an, justru akan dihadapkan dengan berbagai persoalan yang kurang mengenakkan. Salah satunya kamu bertemu dengan pilihan IDN Poker77 yang dapat dipastikan mampu membuatmu dilema lantaran pada kisaran usia tersebut rentan akan krisis.

1. Pendidikan
5 Pilihan Hidup yang Harus Kamu Hadapi saat Dewasa, Bikin Dilema!

Tak bisa dipungkiri bahwa memasuki usia dewasa pikiranmu akan tersita pada pendidikan. Entah dilema dalam hal memilih perguruan tinggi yang cocok, atau dilema untuk menentukan tetap lanjut kuliah atau tidak bagi kamu yang ingin mengejar pundi-pundi uang, dan yang lainnya. Semua hal tersebut tentu melibatkan pilihan-pilhan sulit yang tak mudah untuk diputuskan.

2. Pekerjaan
5 Pilihan Hidup yang Harus Kamu Hadapi saat Dewasa, Bikin Dilema!

Pilihan hidup yang kerap dihadapi olehmu di dunia kerja juga tidak mudah. Terkadang hal tersebut bisa menyangkut karier dan kemantapan hati. Misalnya pilihan mengenai; bekerja yang sesuai passion tapi gaji kecil atau bekerja apa saja asal gaji besar? Tentu sangat membingungkan, bukan?

3. Hubungan
5 Pilihan Hidup yang Harus Kamu Hadapi saat Dewasa, Bikin Dilema!

Lingkungan pertemanan ketika memasuki usia dewasa cenderung lebih sempit. Hal tersebut salah satunya disebabkan karena kecenderunganmu untuk menyadari siapa saja yang pantas berada di dekatmu. Semakin dewasa, kamu semakin paham bahwa pertemanan tak hanya menyangkut kuantitas, tapi juga melibatkan kualitas. Sehingga dalam keadaan demikian, kamu akan dihadapkan dengan pilihan; teman yang tidak sejalan lagi lebih baik dilepas atau tidak, ya?

Selain soal pertemanan, menjadi dewasa juga akan dihadapkan mengenai masalah jodoh. Kamu pasti akan dilema dengan berbagai pilihan, misalnya; “lebih baik menikah dulu atau kerja dulu, ya?”, “apakah dia benar yang terbaik bagiku atau tidak, ya?”

4. Mandiri secara finansial
5 Pilihan Hidup yang Harus Kamu Hadapi saat Dewasa, Bikin Dilema!

Menjadi dewasa tentu bukan perkara yang mudah. Secara tidak langsung, kamu dituntut memiliki kemandirian lantaran tak bisa lagi bergantung sepenuhnya pada orangtua, salah satunya mandiri secara finansial. Sehingga tidak heran jika pada masa itu, kamu akan kewalahan dengan berbagai pilihan seperti; “beli rumah dulu atau beli kendaraan dulu?”, “prioritas gajiku untuk kebutuhan sehari-hari, ditabung, atau untuk orangtua?”

5. Makna hidup
5 Pilihan Hidup yang Harus Kamu Hadapi saat Dewasa, Bikin Dilema!

Hidup merupakan suatu proses perjalanan. Dalam perjalanan, tentu harus aja tujuan akhir yang hendak dicapai. Layaknya hidup yang perlu dimaknai dengan sebuah tujuan. Dewasa menjadi masa-masa bagimu untuk selalu bertanya pada diri sendiri terkait hal itu. Sebenarnya apa sih yang aku inginkan dari hidup ini? 

Merasa dilema dalam menghadapi kelima hal tersebut tentu sangat wajar. Namun, kamu tetap harus membuat pilihan guna menciptakan kehidupan yang terarah. Dengan begitu, ke depannya, kamu tahu apa yang harus dilakukan untuk menghindari kekeliruan saat melangkah.

Kita tanpa sadar tidak berfokus pada masa kini. Pikiran kita terbawa pada penyesalan masa lampau dan terdorong pada ekspektasi masa depan. Dampaknya, kita tidak sepenuhnya menghargai masa kini.

Seberapa besar kecerdasan kita dalam suatu bidang, jika kita belum bisa untuk here and now menjalani peran saat ini, kita akan selalu terperangkap masa lalu dan khawatir akan masa depan. Proses menjadi dewasa akan bertambah lama.