Jenis-jenis Istirahat yang Sangat Dibutuhkan Anak Remaja

Jenis-jenis Istirahat yang Sangat Dibutuhkan Anak Remaja

Jenis-jenis Istirahat yang Sangat Dibutuhkan Anak Remaja – Remaja adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Bukan rahasia umum lagi bahwa umumnya pada masa-masa remaja, anak terlibat oleh banyak aktivitas setiap harinya. Mulai dari bangun pagi, sekolah, mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR), belajar, belum lagi ditambah dengan kursus tambahan hingga ekstrakulikuler sekolah.

Maka tak jarang anak merasa lelah walaupun sudah tidur cukup waktu. Dilansir dari Ideas TED, tidur dan istirahat bukanlah hal yang sama, meskipun banyak dari kita yang sering mengartikan keduanya secara sama.

Ketika Mama merasa anak sudah beristirahat dengan benar karena ia sudah cukup tidur, pada kenyataannya ia kehilangan jenis istirahat lain yang sangat dibutuhkan. Untuk mengembalikan semangat anak dan mengatasi kelelahannya, berikut idn poker apk akan membahas 7 jenis istirahat yang dibutuhkan anak remaja.

1. Physical rest (istirahat fisik)
1. Physical rest (istirahat fisik)

Mama mungkin tahu tanda-tanda jika anak lelah secara fisik. Seperti berjuang untuk tetap membuka mata di pagi hari, hingga selalu berada di tempat tidurnya.

Terdapat dua jenis physical rest, yaitu aktif dan pasif. Istirahat fisik secara pasif termasuk tidur dan tidur siang, sedangkan istirahat fisik aktif berarti aktivitas seperti yoga, peregangan, dan mengambil napas dalam-dalam selama beraktifitas.

2. Mental rest (istiharat mental)
2. Mental rest (istiharat mental)

Banyak hal yang dilakukan dalam satu hari tak hanya membuat fisik yang lelah, namun juga lelah di pikiran. Bagaimana melihat tanda anak yang lelah secara mental?

Kamu mungkin melihat bahwa anak menatap halaman buku yang sama selama 10 menit, atau mencoret-coret lembaran kosong.

Kamu juga dapat mencoba menambahkan meditasi ke rutinitas harian anak atau hanya mengulangi kalimat-kalimat mantra yang menenangkan pikirannya.

3. Sensory rest (istirahat sensorik)
3. Sensory rest (istirahat sensorik)

Cahaya terang, layar komputer, kebisingan latar belakang, dan beberapa percakapan di ruang obrolan atau video call dapat menyebabkan indra kita merasa kewalahan.

Untuk mengistirahatkan indra pada tubuh anak, ini dapat diatasi dengan melakukan sesuatu yang sederhana seperti menutup mata selama satu menit di tengah hari, membatasi penggunaan layar, dan mengaktifkan mode malam di ponsel dan laptopnya.

Ketika anak melakukan sensory rest secara rutin, ini dapat mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh dunia yang terlalu merangsang indra tubuh.

4. Social rest (istirahat sosial)
4. Social rest (istirahat sosial)

Anak remaja mungkin belum dapat membedakan antara hubungan yang menghidupkan dan hubungan yang melelahkan.

Untuk mengalami lebih banyak istirahat sosial, penting bagi anak untuk dikelilingi orang-orang yang positif dan suportif. Selain itu, social rest juga bisa dilakukan dengan bertemu sahabat yang tahu bagaimana cara anak berpikir dan perasaannya tanpa penjelasan panjang lebar.

Istirahat sosial juga bisa dilakukan dengan bergabung klub buku yang menenangkan dan disukai anak, atau menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah.

5. Creative rest (istirahat kreatif)
5. Creative rest (istirahat kreatif)

Jenis istirahat ini sangat penting bagi siswa-siswi yang hampir setiap hari belajar memecahkan masalah atau menghasilkan ide-ide baru. Dengan melakukan creative rest, membangkitkan kembali motivasi dan inspirasi anak.

Berikan anak kesempatan untuk istirahat dengan berjalan-jalan di alam seperti di taman, atau membaca buku yang mengasyikkan. Selain itu, Mama juga dapat mengajak anak untuk melakukan sesuatu yang menjadi minatnya, mungkin melukis atau bermain sepak bola.

6. Emotional rest (istirahat emosional)
6. Emotional rest (istirahat emosional)

Emotional rest berarti anak memiliki waktu dan ruang untuk mengekspresikan perasaannya secara bebas dan tidak terbebani untuk menyenangkan orang lain orang. Kabar baiknya, istirahat emosional juga meningkatkan keberanian anak untuk menjadi diri sendiri.

Istirahat emosional ini membutuhkan keterampilan untuk lebih terbuka pada kerentanan, mengekspresikan perasaan terdalam, dan memproses perasaan dan emosi yang belum tersampaikan.

Untuk melakukan emotional rest ini, dapat dilakukan dengan cara seperti menulis jurnal, sesi berbicara di malam hari bersama orangtua, hingga mengunjungi terapis jika anak kesulitan menyampaikan perasaannya yang terpendam.

7. Spiritual rest (istirahat kerohanian)
7. Spiritual rest (istirahat kerohanian)

Merasa kesepian adalah tanda remaja mungkin membutuhkan istirahat kerohanian atau spiritual rest, yang merupakan kemampuan untuk terhubung di luar fisik dan mental, serta merasakan rasa memiliki, cinta, penerimaan, dan tujuan yang mendalam.

Ini bisa berarti meditasi di pagi hari selama 15 menit, mengikuti organisasi yang bertujuan untuk menolong sesama, menuliskan jurnal rasa bersyukur, dan beribadah.

Nah itulah tujuh jenis istirahat yang paling dibutuhkan oleh anak remaja. Seperti yang Mama lihat, tidur saja tidak dapat mengembalikan rasa semangat anak atau mengatasi kelelahannya.