Masalah Gizi di Indonesia yang sering Terjadi di Usia Remaja

Masalah Gizi di Indonesia yang sering Terjadi di Usia Remaja

Masalah Gizi di Indonesia yang sering Terjadi di Usia Remaja – Nutrisi atau gizi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan. Gizi merupakan hal yang sangat penting bagi anak. Sebab, perkembangan dan pertumbuhan anak, sangat memerlukan asupan gizi yang cukup.

Penelitian di bidang nutrisi mempelajari hubungan antara makanan dan minuman terhadap kesehatan dan penyakit, khususnya dalam menentukan diet yang optimal. Akan tetapi, gizi buruk menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup banyak menimpa rakyat Indonesia, terutama di wilayah bagian timur.

Di Indonesia, terdapat berbagai permasalahan gizi pada anak. Dilansir dari Daftar IDN Poker777 Masalah gizi tersebut biasanya meliputi anak yang terlalu kurus, kelebihan berat badan, bertubuh pendek, dan anemia.

1. Anak yang kurus

Bernas.id | Anak Kurus Menghambat Kecerdasannya Kok Bisa Beginilah Cara  Menanganinya

Di Indonesia, anak-anak cenderung memiliki tubuh yang kurus, apalagi bila dibesarkan dalam keluarga berpenghasilan rendah atau miskin. Kurusnya tubuh anak, disebabkan oleh kurangnya asupan zat gizi. 

Hal tersebut dapat meningkatkan risiko anak terkena berbagai penyakit infeksi, dan gangguan hormonal, yang berdampak buruk pada kesehatannya. Masalah gizi ini dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

2. Kelebihan berat badan

Kelebihan Berat Badan Dapat Membuat Otak Menyusut

Anak-anak di Indonesia biasanya kurang mendapat asupan serat sayur dan buah, sering mengonsumsi makanan berpenyedap, dan kurang melakukan aktivitas fisik. Hal tersebut dapat membuat pola makan anak tidak sesuai dengan gizi seimbang, sehingga meningkatkan risiko kegemukan, bahkan mengalami obesitas.

Obesitas dapat meningkatkan risiko anak terkena penyakit hipertensi, diabetes melitus, kanker, osteoporosis, dan kondisi lainnya, yang dapat menurunkan produktivitas dan usia harapan hidup.

Akan tetapi, masalah gizi ini dapat dicegah dengan mengatur pola dan porsi makan, mengonsumsi buah dan sayur, melakukan aktivitas fisik, serta tidur yang cukup.

3. Bertubuh pendek

Kamu Bertubuh Pendek? Ikuti 9 Tips Cara Berpakaian Ini | IDN Times Jabar

Kebanyakan anak di Indonesia memiliki tinggi badan yang pendek. Rata-rata tinggi anak Indonesia, lebih pendek daripada standar WHO. Mayoritas anak laki-laki lebih pendek 12,5 cm. Sementara itu, rata-rata anak perempuan lebih pendek 9,8 cm.

Tubuh pendek (stunting) pada masa kanak-kanak dapat diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis atau kegagalan pertumbuhan. Tubuh pendek dapat menimbulkan berbagai dampak.

Beberapa di antaranya adalah penurunan kekebalan tubuh, fungsi kognitif, hingga gangguan sistem metabolisme. Gangguan tersebut dapat menimbulkan risiko penyakit hipertensi, obesitas, jantung koroner, dan diabetes melitus.

4. Anemia

Anemia pada Anak | Tanda dan Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Cara Mencegah

Anemia pada anak sebagian besar diakibatkan oleh kekurangan zat besi. Cukup banyak anak Indonesia yang mengalami anemia atau kekurangan darah. Anemia dapat berdampak buruk terhadap penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi belajar, dan produktivitas.

Akan tetapi, masalah gizi ini dapat dicegah dengan makanan tinggi zat besi, asam folat, vitamin A, vitamin C, dan zinc.