Tips Membangun Harga Diri Pada Anak Remaja Laki-laki

Tips Membangun Harga Diri Pada Anak Remaja Laki-laki

Tips Membangun Harga Diri Pada Anak Remaja Laki-laki – Harga diri adalah pandangan keseluruhan dari individu tentang dirinya sendiri. Penghargaan diri juga kadang dinamakan martabat diri atau gambaran diri. Anak laki-laki berisiko mengembangkan perasaan membenci diri sendiri ketika ia berpikir telah gagal memenuhi ekspektasi, dan tidak memiliki jalan keluar untuk melampiaskan.

Rasa rendah diri yang menetap dan berlebihan dapat diakibatkan oleh prestasi yang buruk, depresi, gangguan makan, dan tindak kejahatan. Bahkan saat ini remaja laki-laki menemukan dirinya dalam pandangan yang ketat, di mana ia tidak boleh menangis, karena bisa merusak “kejantanannya”. Dan seperti yang dicatat oleh Harvard Health, remaja laki-laki seringkali membandingkan dirinya dengan anak laki-laki lain.

Ini membuat anak laki-laki sangat rentan, dan ketika ia merasa malu untuk menangis atau terbuka tentang perasaannya, anak bisa menjadi terlalu keras pada diri sendiri dan mulai membencinya. Bagaimana harga diri rendah ini dapat membuat remaja membenci dirinya sendiri? dan bagaimana cara Mama untuk mengatasinya?

1. Kenali bagaimana perasaannya
1. Kenali bagaimana perasaannya

Mengenali bagaimana perasaan anak membuatnya merasa benar-benar terlihat. Ketika berbicara dengan remaja laki-laki yang berurusan dengan kebencian terhadap diri sendiri, Mama mungkin secara alami ingin menyangkal atau melawan hal-hal negatif yang ia katakan tentang dirinya sendiri.

Jika anak berkata, “Aku tidak menarik” atau “Semua orang membenciku” Mama mungkin ingin menyangkalnya dan meyakinkannya bahwa anak adalah orang yang hebat dan semua orang menyukainya.

Meskipun penghargaan ini mungkin tampak mendukung, kecil kemungkinannya anak akan mempercayainya. Akan lebih membantu untuk mengakui bagaimana perasaan putra mama, meskipun tidak setuju dengan apa yang dia katakan.

Jika anak berpikir tidak ada yang menyukainya, Mama dapat menenangkannya dengan mengatakan, “Sepertinya kamu merasa sendirian dan ditinggalkan. Jika kamu merasa seperti itu, Mama ada disini untukmu.”

2. Dorong remaja untuk terbuka tentang perasaannya
2. Dorong remaja terbuka tentang perasaannya

Mendorong remaja laki-laki untuk terbuka tentang bagaimana perasaannya, menyampaikan kemarahan atau kesedihan, memberikannya kesempatan untuk berbicara tentang perasaan dan memeriksa emosinya. Percakapan ini tidak harus mendalam, hanya sekadar mencari tahu.

Dengan demikian, Mama dapat melakukan percakapan ini di dalam mobil atau saat melakukan kegiatan lain bersama di rumah.

Selain itu, Mama dapat mendukung emosi anak dengan memberi tahunya bahwa perasaannya baik-baik saja dan semua orang memilikinya. Ini dapat membantu anak mama melihat bahwa memiliki perasaan negatif atau sedih itu normal, dan tidak ada yang perlu dipermalukan.

3. Bersikaplah mendukung
3. Bersikaplah mendukung

Mungkin sulit bagi orangtua untuk mendengar anak laki-lakinya yang merendahkan diri. Orangtua mungkin merasakan dorongan untuk melakukan “cinta yang kuat” dan mengatakan hal-hal seperti, “Berhentilah berbicara seperti itu.”

Namun, komentar ini mungkin membuat anak merasa dihakimi dan bisa menjadi lebih menjauh. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menunjukkan bahwa orangtua akan selalu ada untuk putranya, dalam keadaan terburuk atau terbaiknya.

4. Dorong kegiatan sosial yang dapat anak kelola
4. Dorong kegiatan sosial dapat anak kelola

Remaja laki-laki perlu mengembangkan minatnya yang disukai, tak perlu mengikuti standar “maskulin” yang ditetapkan secara konvensional, dan tidak membuatnya rentan terhadap rasa takut diejek.

Misalnya, mengambil bagian dalam kegiatan sosial yang juga memiliki anggota perempuan di sekolahnya, seperti organisasi palang merah remaja, atau kelompok pecinta alam. Ini dapat mengurangi daya saing dengan anak laki-laki lain di sekolahnya.

Dengan cara ini, remaja laki-laki mama tidak akan mendefinisikan dirinya dengan apa yang dianggap anak laki-laki lain sebagai perilaku keren, dan tidak akan membuat dirinya lebih baik dengan memandang rendah orang lain.

5. Pertimbangkan konseling dengan profesional
5. Pertimbangkan konseling profesional

Jika anak laki-laki mama berpikir negatif tentang dirinya sendiri, baginya, itu adalah kenyataan. Ini berarti bahwa putra mama mungkin tidak berpikir bahwa ia pantas untuk merasa lebih baik tentang dirinya sendiri.

Dalam hal ini, Mama harus mempertimbangkan untuk membawa anak ke terapis atau konselor profesional. Dengan cara ini, terapis dapat membantu remaja untuk membangun kembali harga dirinya secara sehat.

Nah itulah beberapa cara untuk mengatasi remaja yang mengalami kesulitan dalam harga diri rendah hingga membenci diri sendiri. Akan sangat membantu untuk memahami bagaimana kebencian remaja pada diri sendiri terbentuk. Sehingga komunikasi yang terbuka antar Mama dan remaja sangatlah penting.