Tips untuk Mengatasi Anak Remaja yang Suka Memilih Makanan

Tips untuk Mengatasi Anak Remaja yang Suka Memilih Makanan

Tips untuk Mengatasi Anak Remaja yang Suka Memilih Makananremaja adalah seseorang yang berada dalam masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Masa remaja umumnya terjadi dalam rentang usia 10-24 tahun, dan dibagi menjadi tiga tahapan perkembangan. Kebanyakan orangtua tidak asing dengan kebiasaan pilih-pilih makanan, terutama pada anak kecil.

Sehingga Mama akan mudah menemukan informasi yang siap membantu balita dan anak kecil mengatasi rasa takutnya terhadap makanan, dan enggan mencoba buah dan sayuran.Tapi apa yang terjadi ketika anak yang pemilih makanan sejak kecil, saat ini sudah menjadi remaja dan masih menolak untuk mengonsumsi sebagian besar makanan yang Mama masak?

Nah jangan khawatir, ada tips-tips yang bisa dicoba para orangtua dengan anak remaja yang picky eater alias suka pilih-pilih makanan. Jika anak remaja mama salah satunya, berikut akan membahas lima tips yang dapat membantu.

1. Hindari pertengkaran karena makanan
1. Hindari pertengkaran karena makanan

Jika anak remaja mama memiliki kesulitan untuk mencoba makanan baru atau kesulitan dengan mengatasi pola makan yang tidak teratur, kemungkinan waktu makan siang dan malam diisi dengan pertengkaran tentang makanan.

Dalam kebanyakan kasus, pertengkaran ini terjadi ketika orangtua khawatir dengan kesehatan anak dan menginginkan yang terbaik untuknya, itulah sebabnya orangtua bermaksud untuk mendorong.

Ketika Mama menghilangkan tekanan, Mama mungkin akan melihat perubahan dalam sikap anak pada makanan, bahkan jika ia tak langsung mencoba makanan baru. Namun, begitu anak merasa lebih percaya diri dan lebih tenang, kemungkinan besar ia akan lebih terbuka terhadap makanan baru.

2. Menjadikan makan sebagai waktu keluarga
2. Menjadikan makan sebagai waktu keluarga

Waktu makan keluarga tidak selalu seperti dulu, terutama bagi keluarga yang sibuk dengan pekerjaan dan studi. Namun, waktu makan adalah waktu yang tepat untuk terhubung dengan anak dan terikat sebagai sebuah keluarga.

Selain itu, waktu makan bersama keluarga bisa memotivasi remaja yang pemilih untuk mengeksplorasi makanan baru dan berbeda.

Terkadang waktu makan keluarga sulit dilakukan begitu anak Anda menginjak usia remaja, tetapi Miller mengatakan bahkan jika Anda dapat melakukannya sekali atau dua kali seminggu, itu adalah kemenangan. Selain itu, pastikan untuk menghilangkan gangguan seperti perangkat elektronik dari meja selama makan bersama keluarga ini — hal ini terkadang dapat menyebabkan penghindaran.

3. Minta remaja untuk membantu Mama masak
3. Minta remaja membantu Mama masak

Percaya atau tidak, banyak remaja pemilih makanan mengembangkan kebiasaan pilih-pilih makanan karena mereka takut akan hal yang tidak diketahui dalam hal makanan.

Mereka tidak tahu seperti apa rasanya hidangan tertentu atau bahan apa yang ada di dalam makanan tersebut, dan karena itu mereka tak mengonsumsinya untuk mencegah kemungkinan masalah yang bisa terjadi.

Untuk alasan ini, dilansir dari SF Gate, orangtua perlu mencoba melibatkan anak remajanya dalam proses persiapan makan sebanyak mungkin. Bahkan jika anak mama belum tahu cara memasak, ada banyak cara yang bisa ia bantu.

Paparan kecil ini dapat membantu membangun kepercayaan diri anak dan mengajarinya bahwa makanan bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Semakin terlibat anak dalam proses persiapan makan, semakin besar keinginannya untuk mencoba sesuatu yang baru.

4. Membicarakan ketakutannya
4. Membicarakan ketakutannya

Terkadang hanya berbicara dengan anak, dapat membuat perubahan besar dalam memahami apa yang terjadi di dalam pikirannya.

Jika bertanya apa yang ingin ia coba atau makanan apa yang belum siap dicicipi, Mama akan belajar banyak tentang sikap anak terhadap makanan.

Setelah Mama memiliki informasi tersebut, ini dapat digunakan untuk memandu persiapan makanan dan pilihan resep selanjutnya. Sehingga Mama dapat dengan sukses mengatur anak mencoba mengonsumsi makanan baru.

5. Jangan lupa untuk tetap sabar
5. Jangan lupa tetap sabar

Pada saat anak mencapai masa remajanya, kemungkinan kebiasaan makan pilih-pilihnya sudah melekat dengan dirinya, yang membuatnya lebih sulit untuk dihilangkan.

Namun, jika Mama menunjukkan kesabaran dan memegang peran sebagai fasilitator dan pendukung, alih-alih menjadi penegak, kemungkinan besar anak akan membuat kemajuan karena dukungan Mama.

Nah itulah beberapa cara mengatasi anak remaja yang suka pilih-pilih makanan. Menghadapi anak remaja  memang tidak pernah mudah, apalagi ketika kebiasaan ini sudah melekat dalam dirinya sejak kecil, yang membuat Mama khawatir dengan kecukupan nutrisi yang anak dapatkan.